Sabtu, 05 JULI 2025 • 15:37 WIB

PBB Ungkap Keterlibatan Perusahaan Besar dalam Genosida di Gaza

Author

Generated by Journalist AI

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini menerbitkan laporan mengejutkan mengenai keterlibatan perusahaan-perusahaan besar dunia dalam dugaan genosida di Gaza, Palestina.

Laporan berjudul “From Economy of Occupation to Economy of Genocide” disusun oleh Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di Palestina, Francesca Albanese, dan menyelidiki peran sektor korporasi yang mendukung proyek kolonial Israel.

Keterlibatan Perusahaan Teknologi dalam Militer dan Pengawasan

Sejumlah perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat dicatat dalam laporan PBB sebagai penyedia teknologi yang digunakan oleh militer Israel. IBM, Google, Amazon, Microsoft, dan Palantir, diidentifikasi berkontribusi melalui berbagai bentuk teknologi pengawasan.

IBM diketahui mengelola basis data biometrik warga Palestina, hasil kerjasama dengan otoritas imigrasi Israel. Kontrak infrastruktur cloud senilai US$1,2 miliar antara Google, Amazon, dan militer Israel mendukung sistem pengawasan dan operasi militer.

Selain itu, Microsoft menyediakan sistem komputasi terintegrasi dengan lembaga militer dan kepolisian, sementara Palantir memberikan teknologi pemetaan untuk kebutuhan militer.

Perusahaan Pertahanan yang Terlibat dalam Aksi Militer

Laporan PBB juga mengidentifikasi perusahaan pertahanan, seperti Lockheed Martin dan Leonardo S.p.A, sebagai penyedia utama persenjataan untuk Israel, termasuk jet tempur F-35 dan F-16. Persenjataan ini telah digunakan dalam serangan ke Gaza sejak Oktober 2023.

Caterpillar Inc. juga terlibat dalam penyediaan buldoser militer yang digunakan dalam penghancuran bangunan di Gaza, mengakibatkan kerusakan pada rumah, rumah sakit, dan tempat ibadah.

Dampak dari kehadiran perusahaan-perusahaan ini dalam konflik menunjukkan adanya komersialisasi perang yang dilaksanakan oleh negara dengan kerjasama korporasi besar.

Dampak Sektor Energi, Infrastruktur, dan Pariwisata

Perusahaan energi terkemuka seperti Chevron, Glencore, dan Drummond Company disebutkan turut berkontribusi pada operasi militer Israel dengan menyediakan sumber energi vital seperti batu bara dan gas. Keberadaan mereka memperkuat fasilitas yang mendukung aksi militer.

Sektor alat berat juga terlibat, dengan perusahaan seperti HD Hyundai dan Volvo dilaporkan berkontribusi dalam menghancurkan pemukiman Palestina, menyebabkan kehilangan lahan bagi penduduk setempat.

Di sektor pariwisata, platform seperti Booking.com dan Airbnb turut memperparah situasi dengan mempromosikan properti di pemukiman ilegal Israel. Airbnb, misalnya, menunjukkan peningkatan jumlah iklan dari 139 pada tahun 2016 menjadi 350 pada tahun 2025, menghasilkan keuntungan komisi signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU