Selasa, 08 JULI 2025 • 02:27 WIB

Penipuan Modus Ular: Tim Pemadam Kebakaran Bekasi Dapat Laporan Palsu

Author

Generated by Journalist AI

Tim pemadam kebakaran Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami situasi yang tidak biasa ketika menerima laporan tentang ular di dalam rumah. Namun, laporan tersebut berujung pada permintaan penagihan utang oleh penelepon yang mengaku tertekan.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/7) ini menunjukkan kreativitas modus penipuan yang merugikan, dimana pelapor bukan hanya menyalurkan ketakutannya, tetapi juga berusaha memanfaatkan petugas untuk kepentingan pribadi.

Laporan Palsu dan Tindakan Di Tempat

Petugas damkar Kabupaten Bekasi, Adi Nugroho, menjelaskan bahwa laporan itu menuntut mereka untuk segera bertindak. “Si pelapor ini yang nomor telepon ini, pas kita konfirmasi dari petugas awal, bilang ‘cepet pak ularnya gede ini dalam septic tank, kita takut,” tutur Adi.

Setelah mendapatkan alamat, tim damkar langsung menuju lokasi. Mereka bergegas karena pelapor mengaku ketakutan akan ular yang disebutkan cukup besar.

Kejutan di Lokasi

Namun, saat petugas tiba, pemilik rumah justru menegaskan tidak pernah membuat laporan. Hal ini membuat petugas damkar curiga dan langsung mencari kembali si pelapor melalui telepon.

Dalam percakapan tersebut, si pelapor meminta agar petugas menyerahkan telepon kepada pemilik rumah, yang mengarah pada ketegangan lebih lanjut. “Akhirnya sama anggota saya yang satu lagi dipancing, diambil telpon udah, saya aja dia ngaku jadi pemilik rumah,” jelas Adi.

Pengakuan dan Penyesalan Petugas

Tak lama kemudian, si penelepon mulai melontarkan kata-kata kasar, menilai pemilik rumah sebagai orang yang berutang. Pelapor itu mengejutkan petugas dengan menyatakan, ‘bayar hutang lu.’

Adi memahami bahwa hal ini adalah tindakan dari debt collector. “Akhirnya kita sadar tuh, ini DC (debt collector) pinjol,” ujarnya merangkum kekecewaannya.

Setelah kejadian tersebut, Adi berkomunikasi kembali dengan si penelepon tetapi diabaikan. “Di Mako saya telepon lagi dengan nomor telpon tersebut, pertama enggak diangkat, kedua diangkat, saya bilang ‘pak izin saya dari pemadam kebakaran,’ dia cuman bilang ‘ya udah kan, ya udah kan’ terus langsung dimatiin,“ tambahnya menyesalkan penyalahgunaan informasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU