Selasa, 29 JULI 2025 • 07:02 WIB

Kemlu Indonesia Serahkan Kasus Kematian Diplomat Muda kepada Kepolisian

Author

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyerahkan sepenuhnya kasus kematian diplomat muda berinisial ADP kepada pihak kepolisian. ADP, yang berusia 39 tahun, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat.

Kolaborasi Kemlu dan Kepolisian

Juru bicara Kemlu, Roy Soemirat, menegaskan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan penegak hukum, memberikan semua data yang diperlukan untuk mendukung penyelidikan. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Kemlu dimulai sejak awal untuk memastikan penyebab kematian ADP terungkap.

“Kami sudah engage penuh dengan pihak penegak hukum, dalam hal ini dengan kepolisian kami sudah share apapun yang kami punya,” ungkapnya.

Meski telah memberikan semua informasi yang dibutuhkan, Roy menekankan bahwa kewajiban mereka kini hanya menunggu hasil dari penyelidikan kepolisian. “Maka tidak ada yang bisa kami sampaikan. Karena kewajiban kami as of now hanya kepada kepolisian,” tambahnya.

Pernyataan Kompolnas Terkait Penyidikan

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan pernyataan positif mengenai kemajuan penyelidikan kasus kematian ADP. Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyatakan, penyebab kematian telah diketahui dengan jelas dan tinggal menunggu pengumuman dari Polda Metro Jaya.

“Hari ini peristiwanya kemarin terang, dan tadi semakin terang. Nah, habis itu penyebab kematiannya juga udah jelas. Tinggal diumumkan aja sama Polda Metro,” kata Cak Anam menjelaskan.

Cak Anam menambahkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya telah merinci rangkaian penyelidikan dan kegiatan korban yang terekam CCTV sebelum ditemukan tewas. Rekaman tersebut, bersama dengan komunikasi melalui WA, dihubungkan secara logis untuk memberikan gambaran jelas mengenai peristiwa tersebut.

Hasil Penyelidikan dan Pengumuman Mendatang

Tim dokter forensik turut terlibat untuk mengungkap hasil autopsi korban. Mereka menjelaskan detail mengenai luka-luka yang ditemukan di tubuh ADP dan arti dari penyebab luka tersebut.

Cak Anam juga menjelaskan bahwa hasil laboratorium digital dari perangkat korban menunjukkan sejumlah temuan signifikan. “Dari rekam jejak digital, banyak variasi yang akhirnya ditemukan dan didalami,” imbuhnya.

Polda Metro Jaya dijadwalkan untuk segera mengumumkan hasil akhir penyelidikan, dengan pendekatan ilmiah yang telah diterapkan selama proses ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags kemlu
TERPOPULER
BERITA TERBARU