Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 04:01 WIB

Jokowi Menegaskan Tidak Ada Tuduhan Terhadap Partai Tertentu Terkait Isu Ijazah Palsu

Author

Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya tidak pernah menyebut partai tertentu terkait tudingan ijazah palsu yang menyerangnya, saat ditanya mengenai isu ‘partai biru’ yang diasosiasikan dengan Partai Demokrat.

Dalam pernyataannya di kediamannya di Solo, Jokowi menyebut ada tokoh besar yang mendukung isu tersebut, tanpa merujuk pada partai atau warna tertentu.

Jokowi Berbicara Tentang Isu Ijazah Palsu

Dalam sebuah konferensi pers, Jokowi menjelaskan bahwa ia tidak pernah berbicara mengenai partai berwarna tertentu. Ia dengan tegas menyatakan, ‘Enggak ada. Saya enggak pernah berbicara masalah warna. Enggak pernah.’

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan bahwa isu ijazah palsu ini didukung oleh ‘orang besar’, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang siapa orang tersebut.

Ia berpesan agar tidak ada yang merasa tertuduh terkait isu ini, meskipun sudah banyak yang mengetahui identitas tokoh besar yang dimaksud.

Jokowi Terus Diterpa Isu Pernyataan dari Para Relawan

Beberapa relawan Jokowi, seperti Silfester Matutina, mengungkapkan bahwa mereka percaya dalang di balik isu ijazah palsu dan wacana pemakzulan Wapres Gibran berasal dari ‘partai biru’.

Menurut mereka, ‘partai biru’ tersebut tampaknya belum bisa menerima hasil Pemilihan Presiden 2024, yang berimbas pada serangan tersebut.

Walaupun identitas tokoh besar yang disebutkan Jokowi awalnya tidak diungkap, pernyataan dari relawan ini menambah ketegangan dalam situasi politik saat ini.

Partai Demokrat Angkat Bicara

Menanggapi tudingan ini, Partai Demokrat secara tegas membantah semua klaim yang mengaitkan mereka dengan isu ijazah palsu. Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Putra Mahendra, menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah.

Dia menegaskan bahwa istilah ‘partai biru’ yang diarahkan kepada mereka merupakan usaha untuk menjelek-jelekkan nama partai. Herzaky menekankan pentingnya hubungan baik antara keluarga Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi.

Dia juga menambahkan, ‘Hubungan antara keluarga SBY dan keluarga Jokowi saat ini baik dan saling menghormati’, yang menunjukkan bahwa situasi politik harus dipisahkan dari hubungan personal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU