Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke Kota Gaza, mengakibatkan 123 orang meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut angka korban tewas ini sebagai yang terburuk dalam seminggu terakhir.
Serangan ini bertepatan dengan dilanjutkannya pembicaraan antara Hamas dan mediator Mesir untuk mencapai gencatan senjata. Meski demikian, keadaan di lapangan nampak semakin kritis.
Lanjutan Serangan dan Pembicaraan Gencatan Senjata
Dalam laporan terbaru, pesawat dan tank Israel membombardir wilayah timur Kota Gaza secara intensif. Banyak rumah yang hancur di lingkungan Zeitoun dan Shejaia akibat serangan tersebut.
Hamas diketahui sedang mengadakan pembicaraan lanjutan dengan mediator Mesir terkait upaya gencatan senjata. Namun, hasil dari perundingan tersebut belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan ini sebagai bagian dari upaya untuk mengambil alih Gaza, menyerukan agar warga Palestina meninggalkan area tersebut. “Mereka tidak akan diusir, mereka akan diizinkan keluar,” ujarnya dalam wawancara dengan saluran televisi Israel i24NEWS.
Nutela menambahkan bahwa, “Semua orang yang peduli terhadap Palestina dan mengatakan ingin membantu Palestina harus membuka pintu gerbang mereka dan berhenti menguliahi kami.”
Dampak Serangan Terhadap Penduduk Sipil
Rumah sakit Al-Ahli melaporkan bahwa dalam serangan udara terbaru, sebanyak 12 orang tewas akibat serangan pada sebuah rumah di daerah Zeitoun. Di timur Khan Younis, tank Israel juga menghancurkan beberapa bangunan.
Di pusat kota, sembilan pencari bantuan dilaporkan tewas akibat tembakan Israel dalam dua insiden terpisah. Militer Israel belum memberikan komentar resmi mengenai insiden-insiden ini.
Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa delapan orang, termasuk tiga anak-anak, juga meninggal akibat kelaparan dan kekurangan gizi dalam 24 jam terakhir. Total korban jiwa mencapai 235 orang, di mana 106 di antaranya adalah anak-anak.
Masa Depan Konflik dan Upaya Gencatan Senjata
Meskipun ada harapan untuk terjadinya gencatan senjata, pejabat memperkirakan bahwa Israel mungkin akan melanjutkan rencananya untuk merebut kembali Kota Gaza. Rencana ini menggambarkan ketidakpastian mendalam terkait keselamatan rakyat Palestina di wilayah tersebut.
Banyak analis mencatat bahwa meskipun pembicaraan gencatan senjata sedang berlangsung, situasi di lapangan menunjukkan ketegangan yang tinggi dan peluang untuk resolusi damai tampak semakin menipis.
Dengan kondisi yang semakin mendesak, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana melindungi warga sipil dan memastikan akses bantuan kemanusiaan yang diperlukan di Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: