Kemacetan parah melanda Jakarta pada pagi hari ini, terutama di beberapa ruas jalan utama, mengganggu mobilitas warganya. Penyebab utama dari kondisi ini adalah hujan deras yang mengguyur sejak subuh, serta adanya pekerjaan galian di beberapa lokasi.
Kombes Pol Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa selain hujan, kepadatan lalu lintas juga dipicu oleh penyelesaian proyek galian yang masih berlangsung. Hal ini menyebabkan sejumlah simpul lalu lintas di Jakarta mengalami perlambatan yang signifikan.
Penyebab Kemacetan di Jakarta
Kemacetan terjadi di beberapa simpul lalu lintas di Jakarta, salah satunya di Jalan Sudirman dan Simpang Semanggi. Kombes Pol Komarudin menyatakan, ‘Jakarta diguyur hujan sejak pagi, beberapa simpul terjadi kepadatan karena perlambatan.’
Lebih lanjut, Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa beberapa titik jalan mengalami kepadatan disebabkan oleh pekerjaan galian yang sedang berlangsung. Ia menambahkan, ‘Beberapa titik juga masih ada pekerjaan galian. Peningkatan volume dan hujan menjadi perlambatan.’
Dampak Kemacetan pada Layanan TransJakarta
Keadaan lalu lintas yang padat ini berdampak langsung pada layanan TransJakarta. Pengguna layanan mengalami keterlambatan yang signifikan, khususnya di daerah Cawang.
PT Transjakarta melaporkan melalui akun resmi mereka di X bahwa sejumlah koridor mengalami keterlambatan. Mereka mencatat, ‘Koridor 7, 9, 10, Rute 5C, 7C, 7D, 7P, 7W, 9A, 9C, B41, D11, dan JAK75 mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan kepadatan lalu lintas di sekitar Cawang Sentral arah Tanjung Priok.’
Kemacetan di Tol Dalam Kota
Kemacetan juga terpantau di Tol Dalam Kota, khususnya di daerah Cawang. Lalu lintas dari arah Cawang menuju Pancoran mengalami kepadatan yang signifikan.
Akun resmi @TMCPoldaMetro mengkonfirmasi situasi ini dengan menyatakan, ‘Situasi arus lalu lintas di Ruas Tol Dalam Kota KM 00+600 (Cawang) arah Pancoran terpantau padat, sedangkan arah Cikampek dan Jagorawi terpantau ramai lancar.’
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: