Kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, khususnya di Jakarta, telah menarik perhatian publik. Hal ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebab di balik situasi tersebut.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, telah mengonfirmasi bahwa kekosongan ini tidak disebabkan oleh pembatasan izin impor BBM, dan pihaknya berkomitmen untuk mengecek lebih lanjut masalah ini.
Penyebab Kekosongan Stok BBM
Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa kekosongan stok BBM terjadi di sejumlah SPBU Shell dan BP di Jakarta. Ia menekankan bahwa masalah ini tidak berkaitan dengan pembatasan izin impor BBM, dan menegaskan akan melakukan pengecekan lebih lanjut kepada Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.
“Bukan (bukan karena pembatasan izin impor BBM),” ujarnya. Selain itu, Yuliot memastikan bahwa kementeriannya telah membahas masalah ini dan berupaya menyelesaikannya.
Kekosongan stok ini mencuat mengingat tingginya permintaan BBM jelang masa-masa tertentu, membuat beberapa SPBU swasta harus mengalami kekurangan pasokan.
Evaluasi Pasokan BBM Nasional
Yuliot menambahkan bahwa Kementerian ESDM telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait pasokan BBM nasional, terutama saat permintaan meningkat. “Jadi untuk pasokan BBM, secara nasional kita lakukan evaluasi secara keseluruhan,” jelasnya.
Faktor lonjakan permintaan, yang terjadi beberapa bulan lalu, menurutnya menjadi salah satu penyebab signifikan kekosongan stok saat ini. Pihak kementerian juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan untuk menanggulangi situasi ini.
Langkah-langkah proaktif diambil oleh kementerian untuk mengantisipasi dan memperbaiki masalah yang membahayakan kelancaran distribusi BBM nasional.
Tanggapan dari Shell Indonesia
Sebagai salah satu penyedia BBM utama, SPBU Shell di Jakarta mengakui terjadinya kekosongan stok. President Director & Managing Director Mobility, Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan bahwa produk BBM seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia dalam beberapa jaringan SPBU Shell saat ini.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan kami senantiasa berupaya untuk memastikan kelancaran pendistribusian produk BBM,” ujar Ingrid.
Ingrid menambahkan bahwa meskipun beberapa produk tidak tersedia, SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan alternatif produk BBM lainnya serta layanan tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: