Evaluasi Penempatan Gerbong Wanita di KRL Pasca Kecelakaan Bekasi Timur
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada April 2026 memicu evaluasi mendalam mengenai penempatan gerbong khusus perempuan di KRL. Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mendorong agar gerbong wanita dipindahkan ke bagian tengah rangkaian.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Usulan ini muncul setelah Arifatul menjenguk korban di rumah sakit, mengidentifikasi perlunya perubahan untuk meningkatkan keselamatan penumpang perempuan. Hal ini menjadi perhatian besar setelah kecelakaan yang melibatkan penumpang perempuan secara mayoritas.
Insiden tragis terjadi saat KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Kepala Basarnas, M. Syafii, menyatakan bahwa seluruh korban yang dievakuasi dari lokasi adalah perempuan.
“100 persen yang kita evakuasi perempuan,” ujar M. Syafii, menegaskan pentingnya keselamatan penumpang di dalam kereta, khususnya bagi wanita. Proses evakuasi selesai pada pagi hari sebelum jam 08.00 WIB, dengan tim SAR akhirnya kembali ke satuan masing-masing.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Menteri Arifatul menjelaskan bahwa pentingnya meninjau kembali penempatan gerbong wanita untuk meminimalkan risiko dalam situasi darurat. Ia mengusulkan agar gerbong pria atau campuran ditempatkan di ujung rangkaian dan gerbong wanita di tengah.
“Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ungkapnya. Usulan ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan serta memberikan ketenangan bagi penumpang perempuan saat berpergian.
Arifatul juga telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai alasan di balik penempatan gerbong wanita di posisi ujung. KAI menjelaskan bahwa pilihan tersebut bertujuan untuk menghindari penumpukan penumpang.
Usulan ini menimbulkan berbagai tanggapan dan diskusi mengenai kebijakan transportasi publik di Indonesia. Banyak yang berpendapat bahwa penempatan gerbong wanita di tengah akan memberikan rasa aman, khususnya bagi penumpang wanita dan muda.
Dalam konteks ini, Menteri Arifatul mengapresiasi dukungan publik terhadap inisiatif tersebut. Ia berharap perubahan ini dapat segera diterapkan untuk menjamin keselamatan penumpang kereta api di seluruh Indonesia.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: