Temuan Besar Cadangan Gas oleh Eni di Kalimantan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengumumkan penemuan cadangan gas besar oleh perusahaan minyak dan gas asal Italia, Eni, di Kalimantan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Cekungan Kutai, yang diperkirakan memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barel kondensat.
Bahlil menjelaskan bahwa estimasi awal menunjukkan potensi yang luar biasa dari temuan ini. "Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga yang menghasilkan 5 TCF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak," ungkapnya.
Produksi gas saat ini berada di kisaran 600-700 juta kaki kubik per hari. Namun, proyeksi menunjukkan bahwa produksi gas dapat meningkat menjadi sekitar 2.000 MMSCFD pada tahun 2028.
Diperkirakan, produksi gas akan terus meningkat hingga mencapai sekitar 3.000 MMSCFD pada tahun 2030, bersamaan dengan pengembangan produksi kondensat.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Sumur Geliga-1 telah dibor hingga kedalaman total sekitar 5.100 meter dengan kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Temuan ini menambah daftar sukses eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, yang sebelumnya juga menemukan cadangan gas Geng North.
Lokasi Geliga-1 hanya sekitar 20 km dari Geng North, menunjukkan potensi besar di kawasan tersebut. Temuan ini semakin memperkuat keyakinan akan skalabilitas sumber daya gas yang ada.
Ada juga penemuan gas Gula yang belum dikembangkan dengan potensi 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat, menambah kapasitas pengembangan.
Pada pertengahan Maret 2026, Eni berencana untuk melakukan Final Investment Decision (FID) untuk investasi proyek gas laut dalam senilai sekitar US$ 15 miliar. Keputusan ini menegaskan komitmen Eni dalam pengembangan proyek gas di Indonesia.
Proyek ini mencakup pengembangan dua ladang besar, Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub). Dengan investasi besar ini, Eni berupaya memanfaatkan teknologi produksi laut dalam yang efisien.
Proyek North Hub akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru, yang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: