Peran Kunci Jusuf Kalla dalam Karier Politik Jokowi
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan kontribusinya yang amat penting dalam perjalanan karier Joko Widodo, yang dimulai dari Solo hingga menjabat sebagai Presiden RI ke-7.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Dalam pernyataan di rumahnya di Jakarta Selatan, JK menjelaskan bagaimana dia mengantarkan Jokowi ke dunia politik Jakarta untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI.
Dalam acara pers tersebut, JK mengklarifikasi isu seputar ijazah Jokowi yang menjadi kontroversi di kalangan pendukung presiden. Dia merasa heran dengan reaksi tersebut dan menegaskan bahwa komentarnya adalah nasihat, bukan oposisi.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," ungkapnya, menegaskan perannya.
JK juga menyatakan bahwa dukungannya kepada Jokowi tidak hanya terjadi pada saat pencalonan sebagai gubernur. Dia berperan sebagai mentor dalam banyak aspek selama perjalanan politik Jokowi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
JK menjelaskan bahwa perjalanan Jokowi dimulai ketika dia diusulkan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Momen ini menjadi titik awal bagi Jokowi untuk memasuki panggung politik secara lebih luas.
Dia mengingat ketika dia menemui Megawati Soekarnoputri untuk merekomendasikan Jokowi, seraya mengatakan, "Ibu, ini calon baik orang PDIP." Usahanya terbukti berhasil saat Jokowi terpilih.
Setelah pemilihan, Jokowi datang untuk mengucapkan terima kasih kepada JK, memperlihatkan rasa hormat dan pengakuan atas dukungan yang diberikan.
JK menyatakan bahwa dukungannya terhadap Jokowi berlanjut hingga pemilihan presiden, di mana dia ditawari untuk menjadi wakil presiden. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang telah terbentuk antara keduanya.
Dia menekankan pentingnya agar para pendukung Jokowi memahami kontribusinya dalam mendukung karier politik rekan seperjuangannya. JK ingin menggambarkan posisinya sebagai seorang mentor.
"Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," jelasnya, berusaha menekankan bahwa nasihatnya lahir dari pengalaman.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: