Kendali Perang di Timur Tengah: Iran Menegaskan Hak Prerogatifnya
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa hak untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sepenuhnya berada di tangan mereka, bukan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap klaim Trump yang menyatakan bahwa konflik akan segera berakhir.
IRGC menegaskan, 'Kamilah yang akan menentukan akhir perang.' Pernyataan ini menegaskan posisi mereka dalam konflik yang telah berlangsung antara AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari.
Dalam rilis yang dikeluarkan pada Selasa (10/3), pihak IRGC menyatakan bahwa mereka memiliki kontrol terhadap situasi di kawasan tersebut dan menolak penilaian Trump tentang penyelesaian konflik.
'Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,' tambah mereka.
Pada konferensi pers yang diadakan di Florida pada Senin (9/3), Trump menyebutkan bahwa pertempuran antara AS-Israel dan Iran akan segera mereda.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Ia menyatakan, 'Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah.'
Pernyataan tersebut bertujuan untuk menenangkan pasar yang sedang bergejolak akibat potensi konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan volatilitas besar di bursa saham.
Bursa saham Wall Street menunjukkan tanda pemulihan setelah pernyataan Trump, meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan pada pekan yang sama.
Pada hari yang sama, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan oleh AS-Israel.
Peluncuran rudal oleh Iran ke berbagai wilayah, termasuk Israel dan negara-negara Arab, menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan ini belum mereda.
Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global, mulai ditutup oleh Iran sehari setelah serangan tersebut, menggambarkan situasi yang semakin kompleks di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: