BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 12:41 WIB

Mojtaba Khamenei Dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Membuat Ketegangan Global Semakin Memuncak

Mojtaba Khamenei Dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Membuat Ketegangan Global Semakin MemuncakMojtaba Khamenei Dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Membuat Ketegangan Global Semakin Memuncak

Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, resmi dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 9 Maret 2026. Penunjukan ini muncul setelah serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang dianggap sebagai tantangan besar bagi kekuatan mereka di kawasan.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Langkah ini menunjukkan keteguhan Iran dalam mempertahankan struktur kekuasaan di tengah tekanan internasional yang terus meningkat. Tidak hanya itu, penunjukan Mojtaba juga dianggap sebagai suatu gambaran baru dari ketegasan politik Iran yang siap menghadapi tantangan yang lebih berat.

Konteks Penunjukan dan Reaksi Internasional

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi beberapa hari setelah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan ini dirancang untuk menyingkirkan Ayatollah Ali Khamenei tetapi justru memperkuat posisi putranya yang dikenal sebagai ulama garis keras.

Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute, menyatakan dengan tegas, "merupakan penghinaan besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan operasi sebesar ini, akhirnya menewaskan seorang pria berusia 86 tahun, hanya untuk kemudian digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras." Pernyataan ini mencerminkan bagaimana dunia melihat strategis dan dampak dari tindakan tersebut.

Penunjukan ini menggambarkan ketahanan Iran dalam menghadapi tantangan luar dan menunjukkan bahwa meskipun ada intervensi, struktur politik di negara itu tetap solid. Selain itu, banyak pengamat internasional menganggap perubahan kepemimpinan ini sebagai pertanda bahwa Iran tidak akan berkompromi pada kebijakan luar negerinya.

Hal ini mengindikasikan bahwa Iran akan melanjutkan posisinya yang keras, yang dapat semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan hubungan dengan negara-negara Barat.

Militer AS dan Strategi Pertahanan

Operasi yang dilakukan oleh AS dengan melibatkan dua kapal induk menunjukkan komitmen yang dalam untuk menguasai situasi di Iran. Namun, banyak pihak mempertanyakan efisiensi strategi ini, mengingat penggunaan sumber daya tersebut untuk mencegat drone Iran yang relatif murah.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Presiden AS, Donald Trump, sebelum penunjukan Mojtaba, sempat menyatakan keyakinan bahwa putra Khamenei tersebut tidak akan bertahan lama tanpa izin dari pihak AS. Namun, kenyataannya justru menegaskan betapa kokohnya struktur kekuasaan Iran meski mendapatkan tekanan luar.

Ada kekhawatiran bahwa perkembangan ini akan memicu reaksi lebih lanjut dari AS dan sekutunya, mengingat mereka telah berinvestasi besar dalam konsep pengendalian kekuasaan Arab di Timur Tengah. Situasi ini sangat mungkin menambah ketegangan di kawasan yang sudah rawan konflik ini.

Banyak analis militer dan politik memandang tindakan AS baru-baru ini sebagai langkah yang semakin membuat mereka terperosok, terutama ketika menghadapi resistensi yang semakin solid dari Iran.

Dampak Sosial dan Politik dalam Negeri

Dengan posisi barunya, diharapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) akan mendapatkan kekuasaan lebih besar, memberikan kontrol yang lebih ketat terhadap masyarakat. Peningkatan kekuasaan ini muncul di tengah ketidakpuasan yang berkembang di kalangan warga sebagai akibat krisis ekonomi yang semakin parah.

Beberapa pejabat berpandangan bahwa "Mojtaba tidak punya pilihan selain menunjukkan tangan besi," mengingat meningkatnya tekanan yang akan dihadapi baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini mencerminkan situasi yang kian rumit di dalam negeri, di mana permintaan untuk perubahan semakin mendesak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mojtaba Khamenei Dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Membuat Ketegangan Global Semakin Memuncak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!