Jerman Tegaskan Tidak Akan Bergabung dalam Serangan Militer Terhadap Iran
Jerman mengonfirmasi penolakannya untuk berpartisipasi dalam serangan yang direncanakan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sikap ini mencerminkan komitmen Jerman untuk menghindari keterlibatan dalam konflik bersenjata dan perubahan rezim di negara tersebut.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menekankan bahwa setiap perubahan di Iran harus berasal dari rakyat Iran sendiri. Tindak lanjut pernyataan ini menyoroti upaya Jerman dalam mendukung oposisi sembari tetap netral dalam urusan politik internal Iran.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dengan tegas menyatakan, "Jerman tidak berpartisipasi dalam perang ini. Dan itu akan tetap begitu." Pernyataan ini menggambarkan sikap resmi Jerman untuk menjaga jarak dari keterlibatan militer.
Ia juga menambahkan, "Kami juga tidak berpartisipasi dalam langkah-langkah konkret apa pun untuk perubahan rezim di negara mana pun, termasuk Iran." Ini menunjukkan komitmen Jerman untuk tidak terlibat dalam tindakan kekerasan di luar negeri.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Di samping penolakan untuk terlibat dalam militer, Wadephul mengungkapkan bahwa Jerman terus menjalin komunikasi dengan kelompok oposisi di Iran. Jerman mendukung rakyat Iran dalam menghadapi tindakan represif dari pemerintah mereka.
"Kami bergantung pada rakyat Iran sendiri, yang pada akhirnya berada dalam posisi mengambil nasib mereka sendiri dan mungkin mengatasi rezim ini," tuturnya. Pendekatan ini menegaskan posisi non-intervensi Jerman dalam masalah internal Iran.
Wadephul tidak hanya menyampaikan penolakan keterlibatan, tetapi juga mengecam tindakan agresif Iran. Ia mengutuk serangan yang dilakukan oleh Iran di wilayah Teluk, menyerukan agar Teheran menghentikan aksi tersebut.
"Kami mengutuk serangan Iran, tidak hanya terhadap negara-negara Teluk, tetapi juga ancaman terhadap Siprus sebagai anggota Uni Eropa," ungkapnya. Ia juga merujuk pada ancaman terhadap negara-negara lain seperti Turki dan Azerbaijan yang muncul akibat situasi tersebut.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: