BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 06 MARET 2026 • 13:17 WIB

Kunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran: Usaha Meredam Ketegangan Timur Tengah

Kunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran: Usaha Meredam Ketegangan Timur TengahKunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran: Usaha Meredam Ketegangan Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto bersama pemimpin Pakistan akan melakukan kunjungan ke Teheran, Iran, dalam upaya meredam konflik yang tengah meluas di Timur Tengah.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Rencana ini diungkapkan oleh Jimly Asshiddique, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang mendengar informasi tersebut langsung dari Prabowo.

Kunjungan Bersama untuk Mediasi

Dalam sebuah pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Maret 2026, Jimly Asshiddique menyatakan syukur atas kesediaan Perdana Menteri Pakistan untuk berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengenai kunjungan tersebut.

"Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran," ujar Jimly saat menjelaskan rencana tersebut.

Jimly juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo menerima telepon langsung dari pemimpin Pakistan yang menegaskan keseriusan kunjungan ini, menunjukkan kolaborasi yang erat antara kedua negara dalam menghadapi situasi yang semakin memanas.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Dukungan untuk Indonesia sebagai Mediator

Langkah ini, menurut Jimly, merepresentasikan dukungan bagi inisiatif Prabowo untuk menjadi mediator dalam konflik di Timur Tengah.

Ia menekankan pentingnya peran Indonesia dan Pakistan sebagai dua negara berpenduduk Muslim terbesar: "Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan," katanya.

Walaupun terdapat tantangan besar yang harus dihadapi dalam proses mediasi ini, Jimly tetap optimis bahwa inisiatif yang diambil layak untuk dicoba, meskipun kemungkinan kesuksesannya mungkin tidak besar.

Respon dari Iran dan Amerika Serikat

Sebelumnya, Indonesia mengajukan diri sebagai mediator saat eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat, khususnya setelah serangan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyampaikan bahwa Iran maupun AS belum memberikan keputusan jelas mengenai tawaran mediasi, menandakan betapa pentingnya situasi ini bagi keamanan global.

"Kita tunggu, bagaimana nanti karena mereka mengatakan ya kita lihat dalam beberapa hari, beberapa minggu ke depan ini situasinya," jelas Sugiono setelah berkomunikasi dengan kedua belah pihak.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran: Usaha Meredam Ketegangan Timur Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!