FPTI Tanggapi Isu Pemotongan Bonus Atlet Panjat Tebing
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengekspresikan keheranannya setelah munculnya laporan mengenai dugaan pemotongan bonus atlet panjat tebing oleh mantan pelatih, Hendra Basir.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Yenny menegaskan bahwa hingga saat ini, FPTI belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut dari para atlet.
Yenny Wahid mengungkapkan rasa syoknya mendengar isu pemotongan bonus yang mencapai 50 persen. "Saya kaget sekali. Dan itu juga dilakukan oleh terduga pelaku [kekerasan dan pelecehan seksual]," ujarnya.
Meskipun demikian, Yenny menegaskan belum menerima pengaduan resmi terkait persoalan ini. "Saya hanya mendengar ya, sorry saya sih enggak bisa ini ya, saya hanya mendengar dari apa namanya percakapan-percakapan informal," tambahnya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Ia juga mengungkapkan bahwa isu pemotongan bonus mungkin berkaitan dengan kesepakatan internal antara atlet dan pelatih, meskipun FPTI tidak memiliki hak untuk mendiskusikannya. "Dalihnya ini sudah kesepakatan. Ya, antara mereka sendiri. Dalihnya begitu. Jadi, ini di luar kami. Saya enggak tahu sama sekali," jelasnya.
Dalam merespons dugaan pemotongan bonus ini, Yenny memberikan sinyal bahwa FPTI akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, mereka juga akan menyelidiki praktik kekerasan dan pelecehan seksual yang sedang berlangsung.
"Kita masih fokus pada proses pelecehan seksualnya," ungkap Yenny, menunjukkan prioritas organisasi dalam menyelesaikan isu yang lebih besar.
Ia juga mengaku tidak dapat memastikan kapan pemotongan bonus ini terjadi, apakah pada SEA Games 2025 atau menjelang Olimpiade 2024. "Itu, SEA Games atau apa saya enggak tahu. Ini belum ada laporan resmi, jadi saya enggak bisa ngomong secara pasti gitu loh," katanya.
Yenny menegaskan komitmennya untuk membenahi dunia panjat tebing Indonesia dan menangani dugaan pemotongan bonus tersebut. Usaha ini merupakan upaya FPTI untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: