BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 11:50 WIB

Strategi Netanyahu: Serangan Terhadap Iran dan Dampaknya Menjelang Pemilu

Strategi Netanyahu: Serangan Terhadap Iran dan Dampaknya Menjelang PemiluStrategi Netanyahu: Serangan Terhadap Iran dan Dampaknya Menjelang Pemilu

Menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada Oktober 2026, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diisukan melakukan serangan terhadap Iran untuk meningkatkan citranya yang menurun. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk menunda pengesahan anggaran dan menjaga kekuasaan.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Permasalahan politik domestik Israel semakin rumit dengan durasi konflik yang berkepanjangan. Dengan situasi yang kritis, langkah Netanyahu terlihat sebagai cara untuk memperkukuh dukungan menjelang pemilu.

Latar Belakang Politik Mendalam

Konflik antara Israel dan Iran memberikan peluang bagi Netanyahu untuk memperbaiki posisinya di mata masyarakat. Popularitasnya mengalami penurunan drastis setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang tercatat sebagai momen paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

Sebagai perdana menteri terlama, Netanyahu harus menghadapi berbagai tekanan, termasuk kritik tentang menurunnya dukungan di parlemen. Hal ini semakin rumit dengan adanya kasus korupsi yang saat ini sedang dia jalani.

Dalam kondisi seperti ini, serangan terhadap Iran tampak sebagai upaya untuk alihkan perhatian dari isu internal dan memperkuat posisi politik menjelang pemilihan yang akan datang.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Serangan Terencana dan Dampaknya

Serangan terhadap Iran yang dilakukan sebelum tenggat pengesahan anggaran pada 30 Maret 2026 dianggap sebagai langkah strategis. Hal ini bertujuan untuk menunda pengesahan anggaran yang esensial bagi kelangsungan pemerintah.

Analisa dari Emmanuel Navon menunjukkan bahwa Netanyahu tidak akan menunggu hingga pemilu pada Oktober. Situasi krisis memaksanya untuk mengambil tindakan lebih cepat untuk memperoleh dukungan dari sekutunya.

Serangan ini berfungsi sebagai bagian dari rencana besar Netanyahu untuk kembali mendapatkan kepercayaan publik dan membentuk kembali arah politiknya. Meskipun optimisme mewarnai hasil serangan, pengamat menegaskan bahwa hasil jangka panjang akan bergantung pada berbagai faktor.

Respon Publik dan Prospek Politik

Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap militer Israel tidak serta merta berdampak positif bagi popularitas Netanyahu. Michael Horowitz menyatakan bahwa keberhasilan militer bisa memperkuat citranya, tetapi terdapat sejumlah risiko jika konflik tidak segera berakhir.

Analis sepakat bahwa kemenangan di medan perang belum tentu menjamin dukungan bagi pemerintahannya. Jurnalis Ouriel Deskal berpendapat bahwa waktu pemilihan konflik erat kaitannya dengan kepentingan politik Netanyahu.

Laporan dari CNN menunjukkan bahwa meskipun dukungan terhadap tentara meningkat, mandat politik Netanyahu masih dipertanyakan, menciptakan ketidakpastian dalam struktur politik yang ada.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Strategi Netanyahu: Serangan Terhadap Iran dan Dampaknya Menjelang Pemilu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!