Teheran Tanggapi Pernyataan Eropa Mengenai Keamanan di Teluk
Iran telah memberikan tanggapan terhadap pernyataan bersama Jerman, Prancis, dan Inggris yang mendukung tindakan melawan Teheran dan mendukung negara-negara di Teluk. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menekankan bahwa Iran tidak mengancam kepentingan ketiga negara tersebut.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Menjelaskan posisi Iran, Boroujerdi menyatakan bahwa negara tersebut berupaya mempertahankan diri dari teror yang dialami akibat serangan dari Amerika Serikat dan Israel. "Kami hanya memberikan reaksi terhadap serangan yang terjadi kepada negara kami," ujarnya.
Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, menyatakan dalam sebuah jumpa pers bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk menyerang kepentingan Eropa. "Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka," katanya, menyoroti komitmen Iran terhadap perlindungan diri.
Boroujerdi menambahkan bahwa Iran tengah berjuang untuk melindungi rakyatnya yang menjadi korban dalam konflik lebih luas. "Kami berada dalam posisi membela negara dan masyarakat kami yang sedang terbunuh saat ini," ungkapnya, menunjukkan dampak konflik ini pada warga sipil.
Sikap Iranians bersikeras menekankan defensif ketimbang ofensif dalam setiap situasi yang dihadapi.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Pada 1 Maret, Jerman, Prancis, dan Inggris merilis pernyataan bersama yang menunjukkan dukungan militer terhadap negara-negara Teluk. Salah satu poin penting dari pernyataan tersebut adalah komitmen mereka untuk melakukan "tindakan defensif" guna menghancurkan kemampuan militer Iran.
Dilansir dari pernyataan tersebut, mereka menyebutkan bahwa "Serangan sembrono Iran telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan," yang menunjukkan bahwa mereka merasa terancam oleh tindakan Teheran.
Pernyataan ini menghadirkan tantangan baru dalam hubungan antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya terkait keamanan regional.
Iran juga meluncurkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai reaksi terhadap tekanan yang mereka terima dari Washington dan Israel. Target serangan mencakup fasilitas yang berada di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
Dalam menanggapi situasi ini, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi mengungkapkan kesiapan mereka untuk mengambil langkah-langkah demi menjaga keamanan kawasan mereka. Mereka telah membuat pernyataan yang menegaskan, "[Kami] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas serta untuk melindungi teritori, warga negara, dan penduduk."
Pernyataan ini menunjukkan tingkat kekhawatiran yang begitu mendalam atas potensi konsekuensi dari konflik yang terjadi di sekitar mereka.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: