Donald Trump Sebut Tiga Calon Pemimpin Alternatif untuk Iran di Tengah Ketegangan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan memiliki tiga nama kandidat yang dianggap pas untuk memimpin Iran, menyusul krisis yang memburuk di negara tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pernyataan ini dilontarkan Trump dalam konteks ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran, terutama setelah serangan yang melibatkan pemimpin tinggi Iran.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat pasca serangan yang terjadi dua hari lalu, di mana Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dilaporkan terbunuh bersamaan dengan beberapa pejabat senior lainnya.
Dalam situasi mencekam ini, Trump menyerukan kepada rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah mereka, menyatakan, 'Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini untuk berani, gagah, heroik, dan merebut kembali negara Anda.'
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Trump juga kembali mendesak Garda Revolusi dan aparat keamanan Iran untuk meletakkan senjata. Ia mengingatkan dalam pidato videonya, 'Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata Anda dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti.'
Pernyataan ini mencerminkan posisi tegas pemerintah AS mengenai krisis internal yang dihadapi Iran, di mana keamanan negara tersebut tengah terancam oleh intervensi luar.
Operasi militer yang dilakukan oleh AS bertujuan untuk menghancurkan markas besar Garda Revolusi elit, yang menyebabkan ketidakpastian di kalangan pemimpin Iran. Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan, 'Kami akan bertindak demi keamanan dunia.'
Pengumuman ini bertepatan dengan semakin eratnya hubungan AS dengan sekutu-sekutunya, termasuk Israel, dalam menanggapi ancaman yang datang dari Iran.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: