BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 02 MARET 2026 • 11:07 WIB

Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik AS-Iran, Namun Dapat Kritikan

Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik AS-Iran, Namun Dapat KritikanPrabowo Siap Jadi Mediator Konflik AS-Iran, Namun Dapat Kritikan

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kesiapannya untuk melakukan dialog antara Amerika Serikat dan Iran, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Meskipun inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas, banyak pengamat yang meragukan efektivitas tawaran mediasi ini.

Latar Belakang Ketegangan AS-Israel dengan Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat setelah serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Januari 2026.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menambah kompleksitas situasi ini, mengingat jalur tersebut merupakan rute strategis untuk perdagangan energi global.

Kementerian Luar Negeri Indonesia memberikan respon resmi pada 28 Februari 2026, mengumumkan bahwa Presiden Prabowo bersedia memfasilitasi dialog demi menciptakan keamanan yang lebih stabil.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Respon terhadap Tawaran Mediasi Presiden Prabowo

Mantan diplomat seperti Dino Patti Djalal mengungkapkan keraguan akan kemungkinan keberhasilan tawaran ini, mempertanyakan kelayakan ide tersebut.

Ia menyatakan, 'Saya heran kenapa ide ini tidak difilter dulu sebelum diumumkan.', menekankan bahwa Amerika Serikat jarang menerima perantara dalam penyelesaian konfliknya.

Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden, mencatat bahwa posisi Indonesia menjadi rumit setelah adanya perjanjian dagang resiprokal dengan AS yang dianggap tidak seimbang.

Dampak dan Implikasi Bagi Indonesia

Konflik ini tidak hanya terbatas pada wilayah tersebut, tetapi juga mempengaruhi ekonomi global, termasuk dampaknya bagi Indonesia sebagai importir minyak.

Penutupan Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan energi dan mempengaruhi harga minyak dunia, yang berpotensi berdampak negatif pada ekonomi domestik.

Tercatat sekitar 329 warga Indonesia tinggal di Iran, dan meskipun situasi dianggap aman, mereka diingatkan untuk tetap waspada, menegaskan perlunya posisi tegas Indonesia dalam isu ini.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik AS-Iran, Namun Dapat Kritikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!