Kenaikan Kasus Campak di Indonesia: Upaya dan Bahaya yang Mengintai
Kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, menarik perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Hal ini semakin mendesak seiring temuan kasus positif pada dua warga Australia yang baru saja kembali dari Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Menurut Prof Dr dr Anggraini Alam, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, penurunan cakupan vaksinasi campak secara global menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus ini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa lonjakan kasus campak tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara di dunia. Pemerintah berkomitmen untuk menetapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih tegas guna mengatasi penyebaran campak.
Prof Anggraini menekankan pentingnya menjaga cakupan vaksinasi campak agar tetap tinggi dan merata di seluruh wilayah. "Penyebabnya secara global juga yaitu akibat menurunnya cakupan vaksinasi campak. Jadi cakupan vaksinasi campak harus tinggi terus, sudah tinggi, merata terus," jelasnya.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa ketimpangan cakupan vaksinasi di tingkat lingkungan dapat memicu munculnya kasus baru. "Dia mintanya ayo 95 persen kamu semua itu harus kebal agar tidak ada campak," tambahnya.
Ketua PP IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, mengingatkan masyarakat tentang bahaya serius yang ditimbulkan oleh campak. "Di saya sendiri, di tempat praktik banyak menemukan anak-anak campak ini dan rata-rata memang tidak diimunisasi," ungkapnya.
Campak, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti radang paru-paru, radang otak, bahkan kebutaan. "Campak yang komplikasinya ternyata bisa jadi radang paru, radang otak, bahkan bisa buta dan penularannya jauh lebih tinggi daripada COVID-19," kata dr Piprim.
Dia juga mencatat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko campak. "Kita dengan COVID-19 saja heboh ya, tapi kenapa dengan campak masyarakat masih adem ayem," sorotnya.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: