Iran Konfirmasi Serangan Terhadap Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk
Garda Revolusi Iran baru saja mengonfirmasi serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab pada 28 Februari. Serangan ini merupakan respons langsung terhadap serangan AS dan Israel yang terjadi pada hari yang sama.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Garda Revolusi menyatakan bahwa mereka meluncurkan misil dan drone yang menghantam Armada Kelima Angkatan Laut AS dan target-target lainnya di area tersebut. Ini menandakan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan melalui kantor berita Tasnim, Garda Revolusi mengonfirmasi bahwa 'Rudal-rudal dan drone IRGC telah menghantam markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di Qatar dan Uni Emirat Arab.'
Serangan ini juga menyasar pusat-pusat militer di Israel dan menandakan respons signifikan terhadap serangan militer sebelumnya. 'Dengan pukulan telak,' ini menunjukkan dampak yang besar terhadap kehadiran militer AS di kawasan tersebut.
Media internasional melaporkan adanya ledakan kuat yang terdengar di beberapa lokasi di Teluk Arab, termasuk Bahrain dan Kuwait, sebagai konsekuensi dari serangan tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Angkatan Bersenjata Israel (IDF) bereaksi dengan menyatakan bahwa serangan tersebut adalah bagian dari strategi konflik yang lebih luas. Mereka mengimplementasikan langkah-langkah keamanan tinggi untuk mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran.
Di seluruh wilayah Israel, sirene peringatan serangan udara berbunyi, dan warga diminta untuk segera mencari perlindungan. 'Kami memandang ancaman serangan ini sebagai serius,' ungkap seorang pejabat militer Israel.
Respons tersebut mencerminkan upaya Israel untuk melindungi aset dan kepentingan mereka di wilayah yang rawan ini.
Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan keras mengenai serangan AS dan Israel, menegaskan bahwa mereka akan memberikan respons yang tegas. 'Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah,' kata seorang pejabat senior Iran.
Ia juga menambahkan, 'Respons kami akan terang-terangan, dan tidak ada garis merah,' menandakan determinasi Iran dalam menghadapi apa yang mereka anggap sebagai agresi.
Ketegangan yang ada menunjukkan potensi konflik yang lebih besar, mengingat komitmen Iran untuk menjaga posisi mereka di kawasan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: