Iran Siapkan Strategi Ekspor Minyak di Tengah Ancaman AS
Iran telah meningkatkan volume pemuatan minyak mentah ke kapal tanker di Teluk Persia sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman serangan dari Amerika Serikat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Peningkatan ini menjadi penting mengingat adanya potensi serangan yang dapat memengaruhi akses minyak Iran ke pasar global.
Situs perdagangan global, Kpler, melaporkan bahwa ekspor minyak Iran dari Pulau Kharg, yang merupakan terminal utama untuk 90 persen minyak Iran, mencapai hampir 20 juta barel pada periode 15 hingga 20 Februari.
Jumlah ini setara dengan lebih dari tiga juta barel per hari dan meningkat signifikan dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya yang hanya 1,54 juta barel per hari selama tiga bulan terakhir.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Negara produsen minyak lainnya di Timur Tengah juga mengambil langkah serupa, dengan Arab Saudi meningkatkan produksi dan ekspor sebagai langkah darurat jika terjadi serangan terhadap Iran.
Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di antara negara-negara penghasil minyak di kawasan tersebut, seiring meningkatnya ketegangan di hubungan internasional.
Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali mengancam untuk menggempur Iran jika negara tersebut tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Trump menekankan bahwa pengayaan uranium Iran harus berkurang hingga hampir nol, dan produksi rudal Iran sangat dibatasi.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: