Aktivitas Erupsi Tinggi di Gunung Ile Lewotolok: 58 Letusan Terpantau
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas erupsi yang signifikan. Pada Kamis, 26 Februari 2026, tercatat 58 kali letusan selama periode pengamatan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Letusan ini memiliki amplitudo antara 8.6 hingga 21.2 mm, dengan lontaran material pijar mencapai jarak 300 meter dari kawah. Tim Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok terus memantau perkembangan aktivitas gunung ini.
Pada 26 Februari 2026, Gunung Ile Lewotolok mengalami 58 kali letusan, berdasarkan data seismogram. Amplitudo letusan berkisar antara 8.6 hingga 21.2 mm, menunjukkan aktivitas seismik yang tidak biasa.
Stanislaus Ara Kian, petugas pos pengamat, menjelaskan bahwa kolom erupsi mencapai tinggi 200 hingga 250 meter dengan asap berwarna kelabu dan hitam. Dalam kurun waktu yang sama, sebanyak 121 gempa embusan terdeteksi dengan amplitudo antara 1.9 hingga 11.8 mm.
Kondisi ini menjadi tanda adanya aktivitas geologi yang signifikan di kawasan tersebut. Pemantauan yang ketat dilakukan untuk merespons tiap perubahan yang terjadi.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Dari pengamatan, Stanislaus mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki radius 2 kilometer dari pusat gunung. Hal ini penting demi keselamatan mengingat ancaman dari aktivitas vulkanik yang meningkat.
Gunung Ile Lewotolok juga berpotensi mengeluarkan guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut. Masyarakat di sekitarnya disarankan untuk memakai alat pelindung seperti masker dan pelindung mata.
Penting juga bagi penduduk untuk menutup tempat penampungan air bersih untuk melindungi dari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada level II yang menunjukkan status waspada. Penilaian ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan dan informasi keselamatan yang disampaikan kepada masyarakat setempat.
Sejumlah langkah pencegahan telah diambil, seperti patroli dan penyampaian informasi terkini dari Pos Pengamat Gunung Api. Otoritas setempat terus memberikan pembaruan mengenai situasi dan tindakan yang perlu dilakukan.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah serta lembaga terkait dalam menghadapi kondisi ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: