Perbedaan Radang Tenggorokan Virus dan Bakteri: Apa yang Perlu Diketahui?
Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus merupakan masalah kesehatan yang umum, terutama saat pergantian cuaca. Banyak orang merasa bingung tentang apakah kondisinya memerlukan antibiotik atau tidak.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Menurut para ahli kesehatan, radang tenggorokan akibat virus tidak memerlukan antibiotik, yang sebaliknya lebih efektif untuk infeksi bakteri. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk pengelolaan yang tepat.
Radang tenggorokan dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Infeksi virus, seperti flu dan pilek, sering kali menyebabkan gejala yang ringan seperti sakit dan gatal pada tenggorokan.
Di sisi lain, radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, misalnya Streptococcus, biasanya lebih parah. Gejala yang ditimbulkan seringkali memerlukan penanganan medis yang lebih serius.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Gejala radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus umumnya meliputi sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan demam ringan. Selain itu, penderita juga mungkin mengalami nyeri tubuh dan merasa lelah.
Perlu dicatat jika terdapat gejala tambahan seperti ruam kulit, karena itu bisa menunjukkan kondisi medis yang berbeda. Namun, jika gejala tersebut cukup ringan, biasanya tidak perlu konsultasi medis.
Antibiotik tidak efektif dalam mengatasi infeksi virus, sehingga penggunaannya pada radang tenggorokan virus tidak dianjurkan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi bakteri dan efek samping lainnya.
Sebagai alternatif, perawatan mandiri seperti meminum air hangat, berkumur dengan air garam, dan beristirahat yang cukup seringkali sudah cukup untuk mempercepat pemulihan. Namun, jika gejala terasa semakin parah atau bertahan lama, penting untuk mencari bantuan medis.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: