BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 17:48 WIB

Integrasi Penanganan Sampah Jadi Fokus Utama Pemerintah

Integrasi Penanganan Sampah Jadi Fokus Utama PemerintahIntegrasi Penanganan Sampah Jadi Fokus Utama Pemerintah

Pemerintah Indonesia mendesak agar penanganan sampah dilakukan secara terintegrasi, tanpa pendekatan parsial. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Dalam forum yang digelar di Jakarta, Tito menekankan bahwa Indonesia termasuk dalam lima negara penghasil sampah terbesar di dunia dan merupakan penyumbang terbesar ketiga dalam sampah plastik di laut.

Strategi Pengelolaan Sampah

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa strategi pengelolaan sampah harus mencakup tiga pendekatan, yaitu berbasis hulu, hilir, dan integratif. Pendekatan berbasis hulu bertujuan untuk mengurangi sampah dari sumbernya, termasuk di tingkat rumah tangga dan desa.

Tito menegaskan perlunya partisipasi aktif dari setiap rumah tangga dalam mengurangi dan mengolah sampah. Beberapa daerah seperti Banyuwangi, Klungkung, dan Subang telah berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis komunitas, dengan pemilahan dilakukan sejak awal untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti potensi ekonomi dari pengolahan sampah organik. Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai metode yang sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular dan dapat menghasilkan produk bernilai tambah.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Penguatan Sistem Pengangkutan

Dalam konteks hilir, Tito menekankan pentingnya penguatan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah. Pemerintah kini menerapkan teknologi dalam proses pengolahan sambil tetap memastikan tata kelola dan pengawasan berjalan dengan baik.

Melalui Rapat Koordinasi Nasional ini, Tito berharap agar pengelolaan sampah tidak hanya bersifat reaktif. Harus ada gerakan kolaboratif yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di seluruh Indonesia.

Dia menegaskan, 'Kotanya bersih, karena pasukan sampahnya yang bergerak cepat. Sehingga pada waktu pagi hari enggak ada sampah.' Ini menunjukkan pentingnya respon cepat dalam pengelolaan sampah.

Partisipasi Pemangku Kepentingan

Rapat Koordinasi Nasional ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah sampah di tanah air.

Mendagri juga mengatakan, 'Saya hanya mau nambahkan sedikit beberapa data saja untuk betul-betul acara ini tidak seremonial tapi menjadi wake up call.' Penyataan ini menunjukkan urgensi penanganan masalah sampah yang semakin mendesak.

Kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat sangat diharapkan dapat mempercepat pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat mengatasi tantangan tersebut di masa depan.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Integrasi Penanganan Sampah Jadi Fokus Utama Pemerintah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!