BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 14:35 WIB

Skandal Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Tindakan Tegas FPTI

Skandal Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Tindakan Tegas FPTISkandal Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Tindakan Tegas FPTI

Skandal pelecehan seksual dan kekerasan fisik mengguncang pelatnas panjat tebing Indonesia pada akhir Februari 2026. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan pelatih kepala, Hendra Basir.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

FPTI mengeluarkan Surat Keputusan yang memastikan bahwa Hendra Basir tidak akan memimpin latihan atau memiliki akses ke fasilitas pelatnas selama proses pemeriksaan berlangsung. Kasus ini mencuat setelah delapan atlet melaporkan insiden tersebut kepada ketua FPTI.

Pengumuman FPTI dan Penonaktifan Hendra Basir

Pada 24 Februari 2026, FPTI merilis Surat Keputusan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang menonaktifkan Hendra Basir. Keputusan ini diambil untuk menjaga objektivitas dan independensi dalam pemeriksaan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di pelatnas.

Surat keputusan tersebut menyatakan adanya dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan pelatnas. FPTI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi seluruh atlet yang berlatih di sana.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Pengaduan Atlet kepada FPTI

Kasus ini mulai terungkap berkat pengaduan dari delapan atlet panjat tebing kepada Yenny Wahid, ketua FPTI, pada 28 Januari 2026. Mereka mengungkapkan bahwa tindakan tersebut telah menciptakan situasi yang tidak aman dan merugikan bagi para atlet.

FPTI menyatakan bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan lingkungan pelatihan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan. Situasi ini juga menarik perhatian masyarakat serta penggemar olahraga panjat tebing di Indonesia.

Dampak Terhadap Citra Panjat Tebing Indonesia

Skandal pelecehan seksual ini muncul saat cabang panjat tebing sedang mendapatkan perhatian positif, khususnya setelah Indonesia meraih medali emas di Olimpiade 2024. Kemenangan ini membawa kebanggaan bagi bangsa dan menunjukkan potensi besar atlet Indonesia di tingkat internasional.

Events mendatang, seperti Olimpiade 2028, diperkirakan akan menjadikan panjat tebing sebagai salah satu cabang andalan. Peran Hendra Basir sebagai pelatih kepala dalam kesuksesan ini kini berpotensi merusak citra olahraga panjat tebing secara keseluruhan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Skandal Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Tindakan Tegas FPTI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!