BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 15:03 WIB

Virus Epstein-Barr: Rahasia di Balik Munculnya Penyakit Lupus

Virus Epstein-Barr: Rahasia di Balik Munculnya Penyakit LupusVirus Epstein-Barr: Rahasia di Balik Munculnya Penyakit Lupus

Penelitian terbaru mengungkap hubungan penting antara virus Epstein-Barr (EBV) dan kemunculan penyakit lupus, yang dikenal juga sebagai 'penyakit seribu wajah'.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz

Temuan ini menawarkan pemahaman baru tentang mekanisme di balik lupus dan membuka kemungkinan pengembangan terapi yang lebih efektif.

Virus Epstein-Barr dan Dampaknya pada Kesehatan

Virus Epstein-Barr merupakan salah satu virus yang paling umum di dunia, dengan sekitar 95% populasi pernah terinfeksi. Umumnya, virus ini dikenal sebagai penyebab utama mononukleosis, yang dapat menyebar melalui kontak langsung, seperti berciuman atau berbagi minuman.

Lupus, sebaliknya, adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Penyakit ini bisa menyerang berbagai organ, termasuk kulit, sendi, ginjal, dan otak, sehingga sering disebut sebagai 'penyakit seribu wajah' karena gejalanya yang sangat beragam.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Penelitian Mengenai Virus EBV dan Lupus

Sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. William Robinson dari Stanford University menemukan bahwa individu penderita lupus memiliki 25 kali lebih banyak sel B terinfeksi EBV dibandingkan dengan populasi sehat. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Dr. Robinson menyatakan, 'Ini adalah potongan mekanisme yang hilang. Kami pikir temuan ini berlaku untuk semua kasus lupus.' Penelitian ini juga menunjukkan bahwa virus EBV memprogram ulang sel B untuk menghasilkan antibodi antinuklear (ANA), yang merupakan indikator utama lupus yang kemudian menyerang jaringan tubuh.

Menggali Implikasi untuk Terapi Lupus yang Efektif

Walaupun temuan ini menjanjikan, para ahli memperingatkan bahwa lebih banyak bukti diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme ini berlaku untuk semua kasus lupus. Dr. Anca Askanase, direktur klinis di Lupus Center Columbia University, menekankan, 'Jika kita mulai memahami bagaimana virus ini bisa memicu penyakit autoimun, sudah waktunya memikirkan bagaimana mencegahnya.'

Penelitian ini membuka pintu bagi terapi lupus yang lebih tepat sasaran. Terapi yang ada saat ini lebih berfokus pada pengurangan peradangan, sedangkan ke depannya, peneliti berharap dapat merancang pengobatan yang menargetkan sel B yang terinfeksi EBV serta memblokir jalur biologis yang memicu autoimun.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Virus Epstein-Barr: Rahasia di Balik Munculnya Penyakit Lupus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!