Kehilangan di Dunia Sepakbola: Mantan Manajer Persija Jakarta Harianto Badjoeri Meninggal Dunia
Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka setelah kabar meninggalnya mantan Manajer Persija Jakarta, Harianto Badjoeri, pada 22 Februari 2026.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Harianto menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan siapa yang mengenal dia sangat merasakan kehilangan ini.
Keluarga besar Persija Jakarta mengekspresikan bela sungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang sangat dihormati, Harianto Badjoeri.
"Segenap keluarga besar Persija mengucapkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya mantan Manajer Persija, Bapak Harianto Badjoeri," bunyi pernyataan resmi dari klub.
Klub juga mengajak seluruh penggemar dan pemain untuk berdoa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan, menegaskan penghormatan mendalam terhadap kontribusi beliau bagi tim.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Harianto Badjoeri menjabat sebagai Manajer Persija dari tahun 2006 hingga 2010, suatu masa yang penuh tantangan bagi klub.
Walaupun di bawah kepemimpinannya Persija tidak meraih gelar juara, dampak positifnya tetap terasa di kalangan mantan pemain dan penggemar.
Dia berupaya keras untuk membangun tim yang kompetitif serta mengembangkan akademi, yang merupakan bagian penting dari visi jangka panjang Persija.
Berbagai mantan pemain Persija turut mengungkapkan rasa duka cita atas kepergian Harianto, menunjukkan betapa besar pengaruhnya dalam karir mereka.
Bambang Pamungkas, salah satu pemain legendaris, menulis, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sugeng tindak Pak."
Greg Nwokolo juga menyampaikan, "Turut berduka cita semoga tenang di sana pak Harianto boss terbaik," menggambarkan kedekatan personal yang dimiliki dengan almarhum.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: