Pernyataan Kontroversial Alumni LPDP, Menkeu Ungkap Masa Depan Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan seorang alumnus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral di media sosial baru-baru ini.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Purbaya menjelaskan bahwa keputusan untuk menolak identitas kebangsaan dapat berujung pada penyesalan di masa depan, di saat Indonesia diprediksi mengalami kemajuan ekonomi yang signifikan.
Seorang alumnus LPDP yang dikenal dengan inisial DS, kini tinggal di Belanda, mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan. Ia mengatakan, 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', mencerminkan kekecewaannya terhadap kondisi di Tanah Air.
Pernyataan DS memicu reaksi publik yang cukup beragam. Menghadapi situasi tersebut, DS merasa perlu meminta maaf atas kata-kata yang dinilai menyakiti banyak orang.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dalam reaksi terhadap kritik yang ia terima, DS mengeluarkan permohonan maaf secara terbuka di akun Instagram-nya. Ia menyampaikan rasa penyesalannya atas ucapan yang terlanjur diucapkannya.
DS menjelaskan bahwa pernyataannya dilatarbelakangi oleh rasa kecewa dan frustrasi sebagai WNI, serta menyadari bahwa ucapannya seharusnya disampaikan dengan cara yang lebih baik tanpa melukai perasaan orang lain.
Menanggapi pernyataan DS, Menkeu Purbaya menegaskan, '20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget'. Hal ini mencerminkan keyakinan Purbaya tentang potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia berharap agar masyarakat bisa melihat peluang yang ada di negeri ini dan tetap berkontribusi bagi kemajuan bangsa, bukan justru meratapi pilihan yang diambil di masa lalu.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: