Apakah Makan Malam Benar-benar Meningkatkan Berat Badan?
Anggapan bahwa makan malam dapat menyebabkan kenaikan berat badan sudah menjadi keyakinan luas dalam masyarakat. Namun, fakta di balik mitos ini perlu dielaborasi lebih dalam untuk memahami realitasnya.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fokus seharusnya bukan pada waktu makan, tetapi pada total kalori yang dikonsumsi sepanjang hari. Mari kita gali lebih dalam tentang pengaruh dan kualitas makanan yang dikonsumsi di malam hari.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa waktu makan tidak memiliki dampak langsung pada berat badan. Yang lebih penting adalah total kalori yang dikonsumsi dalam sehari.
Dalam jurnal Nutritional Dietetics, sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kalori dalam batas normal, meskipun di malam hari, tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam kenaikan berat badan dibandingkan mereka yang makan lebih awal.
Namun, ada nuansa penting yang perlu diingat; jenis makanan yang dikonsumsi di malam hari memegang peranan penting. Makanan tinggi kalori dan lemak dapat memperbesar potensi kelebihan kalori harian.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Saat membahas makan malam, kualitas makanan menjadi perhatian utama. Pemilihan makanan yang kaya nutrisi, seperti sayuran dan protein, dapat memberikan manfaat tanpa risiko kenaikan berat badan.
Eksperimen oleh para ahli gizi menunjukkan bahwa asupan gizi yang baik, meskipun di malam hari, tidak memberikan dampak negatif pada pengaturan berat badan.
Sebaliknya, konsumsi makanan cepat saji atau camilan manis di malam hari dapat mendorong terjadinya kelebihan kalori, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Berseiring dengan pola makan, gaya hidup juga memiliki peran penting dalam manajemen berat badan. Kebiasaan berolahraga dan memperhatikan asupan kalori menjadikan waktu makan sekunder dalam upaya menjaga berat badan.
Dr. Jessica Smith, seorang pakar gizi, menekankan bahwa "Makan di malam hari tidak menjadi masalah jika Anda tetap dalam batas kalori harian yang disarankan. Kebiasaan mulai dari aktivitas fisik hingga pilihan makanan menentukan kesehatan Anda."
Maka dari itu, menjaga keseimbangan dalam gaya hidup, termasuk memperhatikan jenis makanan, lebih penting daripada sekadar memikirkan kapan waktu yang tepat untuk makan.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: