Genetika dan Harapan Hidup: Temuan Baru dari Israel
Sebuah penelitian dari Institut Sains Weizmann di Israel menunjukkan bahwa genetik memiliki peran besar dalam harapan hidup seseorang, memberikan kontribusi sekitar 50% terhadap umurnya. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor eksternal dan genetik dalam menentukan rentang usia manusia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Dipimpin oleh Ben Shenhar, penelitian ini mengungkap bahwa mortalitas ekstrinsik—termasuk kecelakaan dan penyakit—harus diperhitungkan dalam analisis harapan hidup. Penelitian ini membuktikan bahwa genetik bukanlah satu-satunya faktor; lingkungan juga memainkan peranan yang tidak bisa diabaikan.
Menurut Ben Shenhar, penulis utama penelitian ini, faktor genetik memiliki dampak signifikan terhadap harapan hidup. "Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda," ungkapnya.
Penelitian ini mencakup data dari kembar Swedia dan Denmark yang hidup pada abad ke-19. Temuan ini memberikan perspektif baru, di mana mortalitas ekstrinsik turut dipertimbangkan dalam menentukan harapan hidup.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Para peneliti menerapkan rumus matematika untuk menganalisis mortalitas ekstrinsik yang dialami oleh kembar. Penelitian ini mencakup data tentang kembar yang meninggal karena penyebab alami maupun penyakit menular pada usia yang berbeda.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mortalitas ekstrinsik di masa lalu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saat ini, terutama sebelum penemuan antibiotik. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhitungkan lingkungan dalam studi tentang genetika dan umur panjang.
Menurut Uri Alon, penulis senior studi ini, banyak penelitian sebelumnya tidak mempertimbangkan faktor mortalitas ekstrinsik. "Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik," jelasnya.
Penemuan ini menambahkan dimensi baru dalam pemahaman tentang genetika dan umur panjang. Shenhar menyatakan, "Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen."
Temuan ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai gen yang mendukung umur panjang serta pentingnya mempertimbangkan faktor eksternal dalam analisis genetik.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: