Imam Al-Aqsa Ditangkap: Dampak dan Eskalasi Kejadian di Yerusalem
Polisi Israel menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi, pada Senin malam, 16 Februari 2026. Kejadian ini terjadi di tengah pengetatan keamanan di wilayah Yerusalem.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Penangkapan ini semakin memprihatinkan kondisi Masjid Al-Aqsa, yang telah menjadi pusat perhatian berbagai konflik yang melibatkan akses jemaah dan keamanan wilayah.
Penangkapan Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi memicu kekhawatiran akan situasi di Masjid Al-Aqsa. Laporan dari kantor berita Palestina, WAFA, menyebutkan bahwa penangkapan ini bagian dari langkah-langkah otoritas pendudukan untuk membatasi aktivitas di masjid.
Selain itu, pemerintah Israel menerapkan pembatasan akses bagi jemaah yang ingin mengunjungi masjid, menambah ketegangan di lokasi suci tersebut.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Yerusalem, terutama kawasan Kota Tua, kini kian tidak aman. Kebijakan Israel termasuk penahanan tokoh agama dan aktivis lokal, merumitkan situasi yang sudah kompleks.
Pengawasan ketat di sekitar Masjid Al-Aqsa membuat jemaah merasa terancam saat beribadah. Banyak yang khawatir untuk melaksanakan ritual keagamaan mereka di tengah kondisi yang tidak stabil.
Israel juga menghalangi tugas komite nasional Palestina yang berfokus mengelola Jalur Gaza. Wakil Menteri Luar Negeri Palestina, Omar Awadallah, menegaskan tindakan itu bertentangan dengan kepentingan rakyat Palestina.
Ia menambahkan bahwa kehadiran komite berperan penting dalam menciptakan stabilitas dan memantau pelanggaran hak asasi manusia. Namun, Israel melarang anggota komite untuk mengakses Jalur Gaza, menghambat upaya pemulihan stabilitas.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: