Meningkatnya Kasus Kanker Usus pada Generasi Muda dan Pola Makan Sebagai Pemicu
Kanker usus besar kini menjadi ancaman serius yang semakin banyak ditemukan pada individu muda di Indonesia, terutama dengan gaya hidup tidak sehat sebagai salah satu penyebab utama.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Spesialis gizi, dr Juwalita Surapsari, menegaskan bahwa kurangnya asupan serat dan vitamin dalam pola makan berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit ini.
Kanker usus besar atau kolorektal telah menjadi perhatian serius, terutama di kalangan individu berusia 20 hingga 30 tahun. Menurut dr Juwalita, pola makan yang kurang sehat, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, merupakan salah satu faktor pemicu utama.
Dia juga mencatat bahwa ‘Sekarang, usianya sudah mulai makin maju lho, yang kena itu umur 20-30 juga kena,’ saat berbicara dalam acara kesehatan di Gedung Trans TV. Hal ini menunjukkan bahwa kanker ini tidak lagi hanya menyerang usia tua.
Pentingnya mengonsumsi sayur dan buah secara teratur tidak bisa diremehkan, karena keduanya kaya akan vitamin dan serat yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan pencernaan. Asupan vitamin C dari sayuran dan buah juga berperan penting dalam penyerapan zat besi dan pencegahan berbagai penyakit.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dr Juwalita mengingatkan pentingnya menanamkan kebiasaan makan sehat dengan cara yang bijaksana. Memaksakan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat bisa berisiko menimbulkan trauma dan akhirnya menjauhkan anak dari pola makan sehat.
Dia memberikan contoh dua pasien dewasa berusia 23 dan 27 tahun yang mengalami kesulitan dalam mengonsumsi buah, bahkan merasakan jijik. ‘Nah, kalau usia dewasa sudah susah nih,’ ujarnya, menunjukkan betapa sulitnya mengubah kebiasaan makan yang buruk.
Perilaku makan yang kurang sehat ini tidak hanya terjadi di kalangan anak-anak, tapi juga meluas ke banyak orang dewasa yang sering mengabaikan pentingnya gizi dalam setiap makanan yang mereka konsumsi.
Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan, lima provinsi dengan populasi berisiko tinggi untuk kanker usus adalah Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Total mencapai sekitar 7,6 juta orang berisiko tinggi terkena kanker ini.
Kepala Tim Kerja Kesehatan dan Deteksi Dini Kemenkes, Rindu Rachmiati, menjelaskan bahwa kanker kolorektal terdiri dari jaringan usus besar, yaitu kolon dan rektum, dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.
‘Penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia. Angka kematian kolorektal laki-laki dan perempuan tidak terlalu jauh bedanya dibandingkan dengan misalkan perempuan payudara dan kanker serviks,’ tambahnya, menunjuk pada data yang berasal dari International Agency for Research on Cancer (IARC).
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: