Misteri di Balik Perayaan Imlek Selama 15 Hari
Perayaan Imlek, atau Tahun Baru Cina, berlangsung selama 15 hari penuh dengan beragam tradisi dan makna yang mendalam. Setiap hari memiliki simbolisasi yang memperkaya perayaan ini dalam budaya masyarakat Tionghoa.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Namun, tidak semua orang memahami mengapa perayaan ini memiliki durasi yang demikian panjang. Mari kita telusuri setiap harinya untuk mengungkap keistimewaan dari setiap momen dalam perayaan ini.
Hari pertama Imlek menjadi momen berkumpulnya keluarga untuk merayakan tahun baru yang baru lahir. Kegiatan ini dimulai dengan sarapan bersama, biasanya disajikan hidangan khas seperti dumpling.
Ritual pembersihan rumah pun dilakukan untuk menyambut tahun baru dengan energi positif. Rumah dihias menggunakan warna merah, yang melambangkan keberuntungan dan harapan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Hari ketujuh dikenal juga sebagai 'Hari Manusia', di mana semua orang dianggap bertambah usia satu tahun. Perayaan ini merupakan pengakuan atas keberadaan manusia dalam siklus kehidupan.
Hidangan yang umum disajikan pada hari ini adalah couscous dan berbagai makanan berbahan dasar nasi. Banyak keluarga merayakan dengan acara dan kegiatan di lingkungan mereka.
Hari terakhir dari perayaan Imlek diakhiri dengan Cap Go Meh, yang juga dikenal sebagai Festival Lampion. Pada hari ini, masyarakat merayakan dengan parade lampion berwarna-warni.
Tradisi ini diakhiri dengan doa bersama memohon kesehatan dan kebahagiaan untuk tahun baru yang akan datang. Di momen ini, banyak remaja juga mencari jodoh, menambahkan nuansa romantis dalam perayaan.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: