Juventus Ragu Dengan Keputusan Wasit di Pertandingan Melawan Inter Milan
Juventus mengajukan protes serius atas keputusan kontroversial yang mengakibatkan kartu merah bagi pemainnya, Pierre Kalulu, saat menghadapi Inter Milan di Serie A.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Klub menilai keputusan tersebut tidak hanya memalukan tetapi juga menciptakan ketidakadilan dalam pertandingan yang berlangsung di Giuseppe Meazza.
Pertandingan yang digelar pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB mempertemukan Juventus melawan Inter Milan, yang berakhir dengan kekalahan Juventus 3-2.
Pada menit ke-42, Pierre Kalulu menerima kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning kedua karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni.
Keputusan wasit, Federico La Penna, langsung memicu reaksi keras dari pemain serta manajemen Juventus, yang merasa tindakan tersebut merugikan tim.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Protes dari kubu Juventus semakin kuat setelah Kalulu meminta wasit untuk memeriksa VAR, namun permintaannya tidak dapat dipenuhi terkait keputusan kartu kuning.
Video yang beredar memperlihatkan Direktur Juventus, Damien Comolli, serta mantan kapten Giorgio Chiellini meluapkan kemarahan mereka kepada La Penna saat menuju ruang ganti.
Pelatih Luciano Spalletti juga menolak untuk memberikan komentar usai pertandingan, menambah ketegangan di sisi klub atas keputusan yang dianggap merugikan.
Damien Comolli, Manajer Umum Juventus, berbicara kepada Sky Sport Italia dan menyatakan, "Jelas sebagai klub kami merasa hari ini memalukan."
Ia menegaskan bahwa keputusan semacam itu sangat merugikan tim dan tidak seharusnya terjadi di pentas tertinggi sepak bola dunia.
Lebih lanjut, Comolli menyebut, "Untuk pertandingan seperti ini, yang ditonton seluruh dunia, ini memalukan."
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: