Daryono Undurkan Diri dari Jabatan Direktur BMKG karena Masalah Kesehatan
Daryono, Direktur Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, telah resmi mengajukan pengunduran dirinya dan pensiun dini. Keputusan ini diambil setelah adanya pengajuan resmi kepada pimpinan BMKG dan disebabkan oleh masalah kesehatan yang sedang dialaminya.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Melalui pengumuman di grup komunikasi media kebencanaan, Daryono menyatakan bahwa ia mengalami masalah kesehatan yang mengharuskan ia menjalani perawatan, yang berpotensi mengganggu kinerjanya.
Daryono secara resmi mengajukan pensiun dini meskipun seharusnya bertugas hingga 1 Mei 2026. Dalam pernyataannya, ia meminta media untuk tidak menyebutkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami.
Kondisi kesehatan yang dialami, seperti distrofi kornea, menjadi alasan utama ia mengundurkan diri. Daryono merasa bahwa keputusan ini merupakan langkah terbaik untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Meski sudah tidak menjabat di BMKG, Daryono berkomitmen untuk terus memberikan edukasi tentang kegempaan dan kebencanaan di Indonesia. Ia mengungkapkan betapa pentingnya tanggung jawab dalam memberikan informasi kepada publik di negara yang rawan bencana.
Dalam pernyataan resminya, Daryono menegaskan, "Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat."
Daryono lahir pada 21 Februari 1971 di Semarang, memiliki pendidikan yang kuat di bidang meteorologi dan geofisika. Ia adalah lulusan dari Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993 dan mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada tahun 2000.
Karirnya dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III Denpasar. Daryono kemudian menjabat sebagai peneliti geofisika dan menempati berbagai posisi strategis sebelum akhirnya diangkat menjadi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada tahun 2022.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: