Langkah Tegas Gubernur Dedi Mulyadi: Menyusun Ulang Ekosistem Pertambangan di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah berani dengan menutup beberapa aktivitas pertambangan granit di wilayahnya demi menciptakan ekosistem pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Dia menerima telepon dari Kementerian Perindustrian setelah keputusan tersebut, menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk kebaikan masyarakat dan lingkungan.
Dedi Mulyadi menyoroti bahwa ekosistem pertambangan di Jawa Barat jauh dari ideal dan sering kali merugikan masyarakat sekitar. Ia mengamati bahwa kondisi infrastruktur jalan mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan yang tidak teratur.
Kondisi ini berdampak buruk, termasuk bencana yang kerap terjadi, di mana Dedi mengungkapkan, 'Yang terjadi hari ini adalah buka tambang sembarangan, tonase mobil melebihi kapasitas, asuransinya tidak dibayar, pajaknya ngemplang, reklamasi tidak dilakukan.'
Ketidak teraturan ini, menurutnya, tidak hanya mempengaruhi lingkungan, tetapi juga menyulitkan kehidupan rakyat yang semakin miskin akibat dampak negatif dari tambang yang tidak terkendali.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dalam rangka merombak sistem yang ada, Dedi Mulyadi mengusulkan kewajiban pajak tambang sebesar 60 persen. Pajak ini diharapkan langsung dialokasikan untuk pembangunan desa-desa penghasil yang selama ini terabaikan.
Ia menegaskan, 'Saya mau bangun ekosistem yang baik, pajak tambang harus bener,' menandakan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan pajak.
Dengan alokasi pajak yang tepat, diharapkan desa-desa penghasil granit dapat menikmati hasil dari sumber daya alam mereka sendiri.
Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya manajemen limbah yang ketat serta penataan lingkungan dalam aktivitas pertambangan. Ia menyatakan bahwa standar operasional harus diperhatikan untuk meminimalisasi risiko bencana.
Dia menunjukkan, 'Infrastruktur jalannya harus dibangun berdasarkan kebutuhan tonase mobil, mitigasi bencana harus dilakukan dengan baik,' untuk memastikan keselamatan pekerja dan warga sekitar.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem pertambangan yang lebih sehat dan berkelanjutan, menguntungkan masyarakat tanpa merugikan lingkungan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: