BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 11:05 WIB

Utang Pemerintah vs. PDB: Menghadapi Tantangan Ekonomi Indonesia

Utang Pemerintah vs. PDB: Menghadapi Tantangan Ekonomi IndonesiaUtang Pemerintah vs. PDB: Menghadapi Tantangan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan prediksi total utang pemerintah Indonesia akan mencapai 40,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 2,92% menjadi pendorong keputusan untuk memanfaatkan utang demi memulihkan ekonomi yang tertekan akibat berbagai faktor.

Utang dan PDB: Angka yang Mencolok

Pada tahun 2025 diperkirakan total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 9.647,5 triliun, seperti yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp 23.821,1 triliun, yang menunjukkan persentase utang yang signifikan.

Purbaya menekankan bahwa angka utang ini tidak dapat langsung dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengingat ada kekurangan dalam transparansi data utang pada 2024.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pentingnya Utang untuk Pemulihan Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa pengambilan utang adalah langkah strategis mengingat perlambatan ekonomi yang terjadi.

"Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit tapi ekonomi kita selamat, habis itu kita tata ulang semuanya," ujarnya.

Fokus pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sambil mengendalikan defisit.

Keseimbangan Aset dan Kewajiban Negara

Posisi kewajiban pemerintah, baik utang jangka pendek maupun panjang, diperkirakan mencapai Rp 10.269 triliun pada akhir 2024.

Di sisi lain, total aset negara pada periode yang sama diperkirakan mencapai Rp 13.692,4 triliun, menghasilkan ekuitas pemerintah sebesar Rp 3.424,4 triliun.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan sebelumnya, menyatakan, "Ini menggambarkan kekayaan bersih negara dan kapasitas fiskal yang tetap dapat terjaga dan diandalkan untuk menopang kebutuhan pembangunan nasional secara berkelanjutan."

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Utang Pemerintah vs. PDB: Menghadapi Tantangan Ekonomi Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!