Waspadai Nyeri Dada: Bisa Jadi Tanda Serius untuk Kesehatan Jantung
Nyeri dada sering dianggap sebagai tanda 'masuk angin', namun ternyata kondisi ini bisa menjadi indikasi serangan jantung yang serius.
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Spesialis jantung memperingatkan agar masyarakat lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis untuk mencegah konsekuensi fatal.
Di masyarakat, istilah 'masuk angin' atau 'angin duduk' sering digunakan untuk menjelaskan nyeri di dada. Spesialis jantung, dr. Yislam Aljaidi, menyatakan bahwa keluhan lain seperti sakit punggung dan keringat dingin juga dapat berkaitan dengan gejala ini.
Namun, penting untuk dicatat bahwa gejala tersebut dapat menjadi tanda awal serangan jantung. Dr. Yislam menjelaskan, "Karena keluhannya nyeri dada nggak nyaman, bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung."
Karena gejala yang mirip ini, banyak orang mengabaikannya dan tidak segera mencari pertolongan yang diperlukan.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Salah satu risiko utama dari penanganan yang tidak tepat adalah hilangnya waktu berharga. Dr. Yislam menekankan bahwa saat seseorang merasa tidak nyaman dan memilih metode kerokan, mereka mungkin sedang mengabaikan gejala serius yang memerlukan perhatian medis.
"Makanya dianggap kayak 'angin duduk' karena pada saat itu dia dikerokin saja," ujarnya.
Setiap detik yang terbuang dalam penanganan yang keliru dapat meningkatkan risiko henti jantung, yang dapat berujung pada kematian mendadak.
Meskipun banyak orang merasa nyaman setelah dikerok, dr. Yislam menyatakan bahwa metode ini tidak dapat menyelesaikan masalah penyumbatan di jantung. Dia menjelaskan, "Pembuluh darah yang di dalam (jantung) tetap tersumbat. Kerokan itu cuma persepsi masing-masing orang dan sebenarnya sugesti saja."
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kerokan dapat menimbulkan risiko peradangan kulit sampai infeksi, terutama jika alat yang digunakan tidak steril. Oleh karena itu, metode kerokan tidak direkomendasikan bagi mereka yang mengalami gejala serangan jantung.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: