Rincian Kesehatan Jeffrey Epstein Terkait Sindrom Klinefelter
Dokumen terbaru mengungkap upaya Jeffrey Epstein untuk mencari bantuan medis terkait Sindrom Klinefelter, kondisi yang dapat menyebabkan kemandulan pada pria.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Surat dari dokter urologi Peter N Schiegel mengindikasikan perlunya pengobatan untuk masalah kesehatan seksual Epstein.
Klinefelter Syndrome adalah kondisi genetik yang diperkirakan dialami oleh 1 dari 600 pria. Penyakit ini disebabkan oleh adanya kromosom X tambahan, yang menjadikan kromosom pria menjadi XXY.
Kondisi ini bukan faktor keturunan, melainkan hasil dari kelainan kromosom yang menyebabkan berbagai dampak fisik dalam tubuh pria.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Pria yang memiliki Klinefelter Syndrome umumnya lebih tinggi dari rata-rata dan sering merasa kelelahan yang berkepanjangan. Mereka juga mengalami pertumbuhan rambut yang minim, ukuran testis dan penis yang kecil, serta jumlah sperma yang rendah atau tidak ada sama sekali.
Gejala tambahan termasuk ginekomastia, yang ditandai dengan pembesaran kelenjar payudara. Jika tidak diobati, sindrom ini dapat berakibat pada penurunan kadar testosteron dan kemandulan.
Terapi testosteron merupakan salah satu metode penanganan yang digunakan untuk meningkatkan kadar hormon tersebut dalam tubuh individu yang terdiagnosis. Selain itu, terdapat prosedur MicroTESE, yang merupakan teknik bedah mikro untuk ekstraksi sperma dari testis.
Meskipun dokumen Department of Justice tidak mencantumkan respons Epstein mengenai kondisi medisnya, pencariannya akan pengobatan menunjukkan adanya kaitan antara kesehatan fisiknya dan masalah yang dihadapi dalam kehidupan seksualnya.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: