Prakiraan Musim Kemarau 2026: Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan mengenai musim kemarau di Indonesia yang diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2026.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Musim kemarau ini diprediksi dimulai pada bulan April dan berakhir pada September, setelah periode hujan berakhir antara Februari hingga Maret.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa periode April hingga September 2026 akan didominasi oleh cuaca kering.
Ia juga menyebutkan bahwa hujan kembali diharapkan turun sekitar bulan Oktober 2026.
Meskipun memasuki musim kemarau, potensi hujan lebat hingga ekstrem masih bisa terjadi di beberapa daerah.
Faisal menegaskan bahwa fenomena La Nina lemah yang masih aktif di beberapa wilayah dapat meningkatkan curah hujan secara lokal.
Faisal menjelaskan lebih lanjut tentang fenomena La Nina lemah yang terpantau dari area Nino 3.4 di Pasifik.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
"La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret," ungkapnya.
BMKG memperkirakan bahwa El Nino yang mungkin terjadi di tahun 2026 tidak akan setara dengan kondisi di 2023-2024.
Berdasarkan Climate Outlook 2026, La Nina dip rediksi masih akan berlanjut pada Januari sampai Maret sebelum beralih ke fase netral.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama puncak musim hujan, yang diperkirakan berlangsung antara Januari hingga Maret 2026.
Pihak BMKG menegaskan bahwa tantangan iklim ke depan akan dipengaruhi oleh perubahan iklim jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: