BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 10:18 WIB

Ritual Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono kepada Leluhur Toraja

Ritual Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono kepada Leluhur TorajaRitual Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono kepada Leluhur Toraja

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani ritual permohonan maaf kepada leluhur Toraja setelah sidang adat terkait candaannya yang dianggap menghina budaya lokal.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Ritual ini melibatkan denda berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai persembahan dalam adat ma'bua' di Pa'buaran Tongkonan Kaero, Sangalla'.

Tindak Lanjut Sidang Adat

Pandji Pragiwaksono telah menjalani sidang adat yang diadakan pada Selasa lalu. Dalam sidang tersebut, wasit adat Yusuf Sura' Tandirerung menyatakan bahwa denda yang dijatuhkan adalah akibat dari ketidaktahuan Pandji mengenai budaya Toraja.

Yusuf menjelaskan, "Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam." Denda tersebut ditujukan untuk upacara permohonan maaf pada leluhur yang akan berlangsung di lokasi yang telah ditentukan.

Menurut Yusuf, ritual ini merupakan cara untuk memulihkan martabat suku Toraja yang terganggu akibat pernyataan Pandji.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Makna Ritual Permohonan Maaf

Ritual adat Ma'bua' merupakan kegiatan penting yang dilakukan untuk menjalin kembali hubungan harmonis antara manusia dan leluhur. Ritual ini menjadi janji untuk menjaga tradisi serta menghormati budaya yang telah ada.

"Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur," ujar Yusuf. Ia juga menambahkan bahwa jika Pandji melakukan kesalahan yang sama di masa depan, akan ada konsekuensi yang lebih berat.

Hal ini menunjukkan pentingnya pengakuan dan penyesalan atas kesalahan yang dilakukan terhadap budaya yang sensitif, dan bagaimana proses ritual ini berfokus pada pemulihan.

Pengakuan Kesalahan dan Prosedur Adat

Pandji Pragiwaksono sebelumnya telah mengakui kesalahannya dalam menyampaikan materi terkait ritual adat Rambu Solo. Ia memahami bahwa kurangnya pengetahuan mengenai ritus tersebut mengakibatkan kesalahan yang tidak diinginkan.

Ia menyampaikan permohonan maaf di depan masyarakat dan tokoh adat setempat, menyadari pentingnya menjaga akurasi dan sensitivitas dalam membawakan materi yang berkaitan dengan tradisi masyarakat.

Masyarakat dan tokoh adat menyambut baik permohonan maaf tersebut, berharap hal ini dapat menjadi langkah untuk memperbaiki hubungan antara Pandji dengan komunitas Toraja.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ritual Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono kepada Leluhur Toraja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!