Investigasi Kebocoran Data di Kemkomdigi: Langkah Perbaikan Proses Rekrutmen
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan kebocoran data yang muncul selama proses rekrutmen tenaga kerja baru. Wakil Menteri Nezar Patria memastikan bahwa penyelidikan internal telah dilaksanakan untuk memeriksa prosedur yang ada.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Dugaan kebocoran ini melibatkan penggunaan platform yang tidak tepat, yang mana saat ini sedang dikaji ulang oleh pihak terkait. Tindakan perbaikan segera diimplementasikan untuk meningkatkan keamanan data pelamar.
Wakil Menteri Nezar Patria menjelaskan bahwa seharusnya rekrutmen tidak dilakukan melalui platform Google Drive. "Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkomdigi)," ucapnya.
Kementerian berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital untuk evaluasi prosedur penerimaan tenaga kerja yang ada. Nezar memastikan bahwa tautan yang berisi data pelamar telah ditutup untuk mencegah akses tidak sah.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sebelum kebocoran ini terungkap, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital membuka lowongan untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dengan sembilan posisi yang ditawarkan. Namun, banyak pelamar diminta mengunggah dokumen pribadi melalui tautan tidak aman.
Tautan tersebut mengarah ke penyimpanan komputasi awan yang memiliki pengaturan akses terbuka, memungkinkan berkas pelamar diakses oleh siapa saja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait perlindungan data pribadi pelamar dalam proses rekrutmen.
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menyatakan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI bahwa evaluasi internal masih berlangsung. "Sifatnya masukan, ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan," katanya.
Ismail menambahkan bahwa keamanan data pribadi pelamar akan menjadi fokus utama dalam upaya perbaikan. Kemkomdigi bertekad untuk meningkatkan kerahasiaan informasi dan mencegah kebocoran data pada proses yang akan datang.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: