Perjalanan Ressa Rizky Rossano Sebagai Sopir Neneknya: Pembelajaran Berharga
Ressa Rizky Rossano mengisahkan pengalamannya menjadi sopir bagi neneknya, mendiang Emilia Contessa, di tengah situasi emosional yang mendalam. Meski membawa beban kesedihan, Ressa tetap harus fokus untuk memenuhi kewajiban finansialnya, salah satunya membayar cicilan mobil.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dalam wawancara yang diadakan di acara Pagi Pagi Ambyar, Ressa menjelaskan bahwa enam bulan sebagai sopir hanya menghasilkan gaji Rp 2 juta per bulan, nominal yang dianggap kurang memadai namun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ressa Rizky Rossano, putra penyanyi terkenal Denada, tidak hanya berperan sebagai cucu, tetapi juga sebagai sopir untuk neneknya. Dalam wawancaranya, Ressa dengan jujur mengakui, 'Sudah tahu (Emilia neneknya), hancur pasti,' saat menyadari identitasnya.
Keputusan untuk melakoni pekerjaan tersebut bukanlah hal yang mudah, namun mendesak karena masalah keuangan. Ia menjelaskan, 'Tapi karena Ressa harus membayar cicilan (mobil) juga, jadi Ressa fokus ke sana aja, kerja aja.'
Mendiang Emilia, yang saat itu mencalonkan diri sebagai anggota Dewan, mempekerjakan Ressa dengan imbalan gaji Rp 2 juta per bulan. Ronald Armada, kakak ipar Ressa, menambahkan bahwa gaji tersebut adalah bagian dari usaha untuk membentuk tanggung jawab pada Ressa.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Di tengah rasa duka, Enrico Tambunan, adik Denada, menegaskan bahwa mendiang ibunya tidak berniat mengeksploitasi cucu-cucunya. 'Dia mau mengajarkan kepada anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakannya, untuk rajin bekerja,' ungkap Enrico.
Pentingnya pendidikan kerja keras menjadi salah satu visi Emilia untuk generasi penerus. Enrico menambahkan, 'Tujuannya supaya 'hei, enak kan kalau dapat upah, makanya kerja lebih rajin.'
Namun, niat tulus Emilia sering kali disalahartikan oleh publik. 'Secara tulus, itu adalah niat baik mama saya, tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya,' jelas Enrico, merespons isu-isu yang beredar.
Dalam perjalanan karirnya, Ressa menyadari bahwa pengalaman adalah guru yang berharga, baik itu pahit maupun manis. Meskipun gaji sebagai sopir terbilang kecil, hal ini tak menghalangi semangat Ressa untuk terus berusaha.
Ressa berharap, pengalaman yang didapat dari neneknya dapat membantunya meraih masa depan yang lebih cerah. Enrico mengungkapkan harapan tersebut, 'Yang dia mau adalah ngajakin keluarganya kerja kecil-kecilan, sedikit-sedikit, sehingga mendapatkan gaji.'
Pengalaman ini juga mencerminkan nilai akuntabilitas dan kerja keras melalui setiap langkah kecil yang diambil Ressa dan keluarganya.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: