Menteri Keuangan: Rupiah Bisa Kembali Menguat Hingga Rp15 Ribu per Dolar AS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Ia optimis bahwa dengan pengelolaan yang tepat, rupiah bisa menguat hingga Rp15 ribu per dolar AS.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Dalam sesi Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Purbaya menjelaskan bahwa saat ini rupiah melemah di tengah penguatan mata uang regional, seperti baht Thailand dan ringgit Malaysia. Menurutnya, pelemahan ini menjadikan rupiah terlihat sebagai pengecualian yang tidak sesuai dengan keadaan ekonomi tanah air.
Pada acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi rupiah memperlihatkan pelemahan di tengah banyaknya mata uang regional yang menguat. Ia mengungkapkan bahwa pelemahan ini tampak sebagai pengecualian, dan tidak secara fundamental mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia.
Purbaya berpendapat, "Saya pikir saat ini (rupiah) menuju Rp15 ribu per dolar itu tidak akan terlalu sulit. Saya memang tidak bisa bicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya berada di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai."
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Menteri Keuangan menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar adalah sepenuhnya tanggung jawab Bank Indonesia, dan bukan pemerintah. Purbaya menjelaskan bahwa terdapat mekanisme yang telah disiapkan oleh pemerintah dan BI untuk mengatasi tekanan nilai tukar melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Tentu saja ketika rupiah bergerak mendekati level Rp17 ribu per dolar AS, kami menggelar rapat dengan bank sentral dan membahas cara terbaik agar rupiah tidak menembus level tersebut," tambahnya.
Purbaya menyampaikannya bahwa saat nilai tukar semakin mendekati angka Rp17 ribu per dolar AS, pemerintah merasa perlu untuk beraksi cepat. Hal ini dilakukan untuk mencegah efek psikologis negatif pada masyarakat.
"Karena bagi Indonesia, meskipun secara ekonomi rupiah di level Rp17 ribu belum tentu menimbulkan krisis, tetapi kami khawatir masyarakat akan merasa takut," ujar Menteri Keuangan.
Ia menekankan bahwa penguatan fundamental ekonomi dan arus modal yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: