BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 19:44 WIB

Kisah Gelap Jeffrey Epstein: Pertanyaan Tentang Keterlibatannya dengan Intelijen Israel

Kisah Gelap Jeffrey Epstein: Pertanyaan Tentang Keterlibatannya dengan Intelijen IsraelKisah Gelap Jeffrey Epstein: Pertanyaan Tentang Keterlibatannya dengan Intelijen Israel

Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari informan rahasia FBI, yang mengklaim bahwa Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks, mungkin terlibat sebagai mata-mata untuk Israel. Klaim ini berasal dari dokumen terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Dokumen tersebut mendalami pernyataan informan yang percaya bahwa Epstein direkrut oleh Mossad, badan intelijen Israel, untuk melaksanakan misi tertentu yang berkaitan dengan jaringan internasional yang rumit.

Klaim Informan dan Bukti yang Diberikan

Dalam dokumen yang dirilis, informan yang dikenal sebagai sumber informasi rahasia (CHS) mengungkapkan keyakinannya bahwa Epstein terlibat dalam kegiatan intelijen untuk Israel. Ia mencatat, 'CHS menjadi yakin Epstein merupakan agen badan intelijen Israel, Mossad yang direkrut.'

Informasi ini muncul di tengah konteks hubungan internasional yang rumit, mempertegas bahwa jaringan Epstein melibatkan aktor-aktor kunci dalam berbagai segmen.

Sebagai tambahan, CHS mengungkapkan bahwa ia merekam percakapan antara Epstein dan pengacara ternama, Alan Dershowitz, yang kemudian diketahui ada hubungan dengan Mossad untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Hubungan Epstein dengan Elit Politik dan Keuangan

Sumber tersebut melaporkan percakapan di mana Dershowitz mengungkapkan keinginannya untuk berkontribusi sebagai agen intelijen Israel jika ia masih muda. Pernyataan ini pun memunculkan spekulasi mengenai kedekatannya dengan pihak intelijen.

Dokumen juga mencatat pernyataan Dershowitz kepada Jaksa AS Distrik Selatan Florida, Alex Acosta, mengenai hubungan Epstein yang erat dengan beberapa badan intelijen, termasuk AS dan sekutunya.

Lebih lanjut, Epstein diketahui memiliki kedekatan dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan ada laporan mengenai pelatihan yang ia jalani di bawah arahan Barak, yang menambah dimensi baru dalam penyelidikan ini.

Kontroversi Seputar Kasus Epstein

Kasus Epstein terus menjadi perhatian publik sejak kematian dramatisnya pada tahun 2019 di sel tahanan New York. Ia didapati meninggal dunia saat menunggu persidangan atas berbagai tuduhan perdagangan seks.

Sebelumnya, pada tahun 2008, Epstein mengaku bersalah di pengadilan Florida terkait perekrutan anak di bawah umur untuk prostitusi, namun menerima hukuman minimal yang memicu kritik dari berbagai kalangan. Kesepakatan hukuman tersebut sering disebut sebagai 'kesepakatan istimewa.'

Dokumen terbaru juga mencantumkan sejumlah nama tokoh penting, termasuk Dershowitz, menunjukkan bahwa jaringan perdagangan seks yang melibatkan Epstein mungkin melibatkan banyak elit politik dan tokoh finansial lainnya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kisah Gelap Jeffrey Epstein: Pertanyaan Tentang Keterlibatannya dengan Intelijen Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!