BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 11:57 WIB

Kesalahan Mengolah Sayur Bisa Naikkan Kolesterol, Ini Penjelasan Menkes Budi

Kesalahan Mengolah Sayur Bisa Naikkan Kolesterol, Ini Penjelasan Menkes BudiKesalahan Mengolah Sayur Bisa Naikkan Kolesterol, Ini Penjelasan Menkes Budi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa cara pengolahan sayur yang tidak tepat bisa meningkatkan kadar lemak dalam makanan, berpotensi membawa efek buruk bagi kesehatan. Pengolahan yang keliru dapat menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan dan kadar kolesterol yang tidak diinginkan.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Ia menjelaskan bahwa meskipun sayur dikenal kaya gizi, penting untuk memahami metode memasak yang sehat agar manfaatnya tidak hilang. Dalam penjelasannya, Menkes memberikan contoh nyata mengenai pengolahan sayur yang sering dilakukan banyak orang.

Pentingnya Memahami Cara Mengolah Sayur

Sayur telah lama diakui sebagai sumber gizi yang kaya serat dan vitamin, namun cara pengolahannya sangat mempengaruhi manfaatnya. Menurut Menkes, selama ini banyak orang yang merasa telah menjalani pola makan sehat karena sering mengonsumsi sayuran, tanpa menyadari bahwa metode memasak yang mereka gunakan dapat memberikan dampak negatif.

Salah satu contoh nyata adalah masakan yang digoreng, seperti terong balado, yang justru meningkatkan kalori dan lemak pada porsi sayur yang dikonsumsi. "Makan sayur tapi kok bikin gemuk dan kolesterol naik ya? Pantas saja karena makan sayurnya kaya begini, digoreng," paparnya.

Menkes juga menunjukkan pentingnya mengenali jenis sayuran dan cara memasaknya agar tetap sehat. Tanpa mematuhi teknik pengolahan yang benar, manfaat gizi dari sayur dapat menurun drastis.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Efek Samping dari Penggunaan Minyak

Salah satu penyebab utama kenaikan kalori dari sayur adalah kemampuannya menyerap minyak ketika diolah dengan cara digoreng. Menkes menegaskan, "Sayur juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat di dalam sayur ini."

Akibatnya, sayur yang seharusnya bermanfaat malah bisa menjadi tidak berguna bagi kesehatan apabila metode pengolahannya tidak diperhatikan. Mengurangi penggunaan minyak dalam proses memasak sayur adalah langkah yang sangat dianjurkan.

Hal ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih cara memasak sayur agar tetap memperoleh manfaat gizi yang optimal.

Saran Penyajian Sayur yang Sehat

Menkes Budi menghimbau agar sayur tidak menjadi musuh kesehatan akibat cara memasak yang keliru. "Sayur itu teman tubuh kita, jangan dimusuhi dengan cara masak yang salah. Sayur harus dikukus, direbus, atau makan mentah seperti ini," ungkapnya.

Ia juga merekomendasikan kebiasaan makan lalapan sebagai salah satu alternatif cara sederhana untuk menikmati sayur tanpa menambah kalori dari minyak. "Saya kan orang Sunda, jadi senangnya lalapan. Makan sayur itu makan mentah, dicuci dulu," tutupnya.

Dengan mematuhi saran penyajian yang tepat, sayur dapat tetap menjadi bagian penting dalam pola makan sehat dan membantu menjaga kesehatan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kesalahan Mengolah Sayur Bisa Naikkan Kolesterol, Ini Penjelasan Menkes Budi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!