Saksi Mengklarifikasi Isu Penjualan Rekaman CCTV Inara Rusli
Agung Eko Haryanto, sopir dari Inara Rusli, telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam laporan dugaan akses ilegal rekaman CCTV. Ia merupakan individu pertama yang mendapatkan rekaman tersebut dan kini diminta memberikan keterangan lebih lanjut.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Kuasa hukum Agung, Sukardi, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah terlibat dalam penjualan rekaman tersebut, serta membantah segala isu terkait dugaan penjualan yang beredar di masyarakat.
Agung Eko Haryanto diperiksa dalam konteks dugaan akses ilegal rekaman CCTV yang dilaporkan oleh Inara Rusli. Kuasa hukum Agung, Sukardi, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan ini bertujuan untuk mendalami kronologi pengambilan rekaman.
Sukardi juga menegaskan bahwa Inara tidak pernah secara jelas menyuruh atau melarang pengambilan rekaman tersebut. Agung, sebagai sopir, terlibat dalam perbaikan teknis di rumah, termasuk pengawasan terhadap peralatan CCTV.
Selama pemeriksaan, Agung menjawab 14 pertanyaan yang berfokus pada rekaman CCTV di kediaman Inara Rusli dan konteks pengambilannya yang berkaitan dengan litigasi.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Sukardi menjabarkan bahwa tidak ada penyerahan rekaman CCTV kepada Virgoun dari Wardatina Mawa, dan isu penjualan rekaman ke istri Insanul Fahmi dianggap tidak berdasar. Agung memang menjadi orang pertama yang mendapatkan rekaman, tetapi cara perolehannya masih menjadi tanda tanya.
Dia menegaskan bahwa tidak ada keuntungan finansial yang diterima Agung dari situasi ini. Menurut Sukardi, pengambilan rekaman CCTV dipicu oleh kecurigaan adanya orang asing di rumah saat kejadian, yang membuat beberapa individu berdiskusi tentang langkah yang akan diambil.
Inara Rusli melaporkan dugaan akses ilegal rekaman CCTV ke Dittipidsiber Bareskrim Polri pada November 2025. Rekaman itu diduga diakses dan dibagikan tanpa izin, terkait dengan skandal dugaan perselingkuhan antara Inara dan Insanul Fahmi.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan tokoh terkenal dan berkaitan erat dengan isu privasi serta pengelolaan data pribadi. Proses pemeriksaan di Bareskrim Polri masih berlanjut dan ada potensi perkembangan lebih lanjut.
Media juga mengamati bagaimana kemajuan teknologi dapat menimbulkan berbagai masalah hukum dan etika yang kompleks di masyarakat.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: