Eksekusi Mati 11 Anggota Sindikat Penipuan Keluarga Ming di Myanmar
Pemerintah China baru-baru ini mengeksekusi mati 11 anggota keluarga Ming, yang terlibat dalam sindikat penipuan online yang beroperasi di Myanmar.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Langkah ini menunjukkan ketegasan pemerintah dalam membersihkan jaringan kriminal yang beroperasi di Asia Tenggara.
Keluarga Ming dikenal sebagai salah satu sindikat kriminal di Laukkaing, Myanmar, yang terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal, seperti perjudian dan penipuan online.
Seiring waktu, mereka berhasil mengubah Laukkaing menjadi pusat perjudian dan prostitusi di mana operasi penipuan menjadi lebih menguntungkan daripada bisnis awal mereka.
Anggota keluarga ini, khususnya Ming Xuechang, terlibat dalam menjalankan pusat penipuan bernama 'Crouching Tiger Villa'.
Di tempat ini, mereka melakukan penculikan dan eksploitasi manusia sebagai bagian dari strategi penipuan mereka.
Eksekusi hukuman mati terhadap anggota keluarga Ming diputuskan oleh pengadilan di provinsi Zhejiang, China, pada bulan September 2025.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Keputusan ini tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga menandakan sinyal pemerintah kepada pelaku penipuan lainnya di Asia Tenggara.
Diketahui bahwa keluarga Ming bertanggung jawab atas kematian 14 warga negara China dan banyak korban lainnya akibat penipuan yang dilakukan.
Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kegiatan mereka terhadap banyak orang.
Meski lima anggota keluarga Bai juga dijatuhi hukuman mati pada bulan November lalu, bisnis penipuan di kawasan ini tetap berlanjut dan bahkan berevolusi ke wilayah lain.
Aktivitas kriminal keluarga Ming dilaporkan telah menghasilkan lebih dari 10 miliar yuan, setara dengan sekitar Rp 22 triliun, selama delapan tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: