CIO Danantara Ajak Investor Berani Beli Saham Meski IHSG Fluktuatif
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengajak para investor untuk tetap aktif mempertimbangkan pembelian saham meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren negatif baru-baru ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi pada saham dengan valuasi dan fundamental yang baik agar bisa meraih keuntungan di masa depan.
Pandu Sjahrir menjelaskan meskipun aktivitas perdagangan sedang menurun, sentimen pasar mengalami dorongan positif dari aksi beli bersih yang dilakukan oleh investor asing, atau dikenal dengan istilah net foreign buy.
Ia mencatat bahwa meskipun ada koreksi harga, khususnya pada saham dengan valuasi tinggi yang sebelumnya kurang diminati, beberapa emiten tetap mengalami pembelian bersih.
Dari pengamatannya, 'Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif,' jelasnya, menunjukkan optimisme di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Pandu Sjahrir menekankan pentingnya fokus pada investasi jangka panjang bagi para investor. 'Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham,' katanya.
Ia mengingatkan bahwa mempertimbangkan hanya pergerakan harga dalam jangka pendek dapat menjadi kesalahan besar. Investor seharusnya juga memikirkan prospek jangka menengah hingga panjang dari saham yang hendak dibeli.
Dengan pendekatan ini, diharapkan investor dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian pasar.
Pandu Sjahrir turut serta dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada sore hari yang sama.
Pertemuan yang dilakukan secara daring ini bertujuan untuk membahas berbagai isu penting, termasuk transparansi kepemilikan saham dan tata kelola free float terkait emiten di Indonesia.
Kehadiran Pandu dalam pertemuan tersebut menunjukkan komitmennya untuk mendalami aspek-aspek yang dapat memengaruhi pasar dan ulasan mengenai kebijakan yang relevan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: